Kamis, 03 Mei 2012

Pidato Emansipasi Wanita


Nama  : Meta Puspita Sari
NPM    : 14611442
Kelas   : 1Sa05

Assalamu’alaikum wr.wb

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua

Yang terhormat Ibu Margaretha selaku dosen bahasa Indonesia, serta teman-teman yang saya banggakan.

Puji dan syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal’afiat.
Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan pidato tentang Emansipasi Wanita dan Kesetaraan Gender. Emansipasi wanita merupakan gagasan perjuangan RA Kartini dan para pemudi tempo dulu. Sampai saat ini, masih di dengar oleh kaum wanita dalam memperjuangkan hak kesetaraan dengan kaum pria. Gerakan emansipasi wanita telah berjasa besar dalam menghantarkan kaum wanita Indonesia menuju mimbar kehormatan dan gerbang kebebasan. Harus dipahami, kebebasan bukan berarti kebablasan.

Issu emansipasi wanita saat ini sudah menjadi pembicaraan banyak orang. Banyak yang setuju, dan tidak sedikit pula yang menentang. Dari pihak kaum wanita, menuntut suatu persamaan hak dengan pria. Makna emansipasi wanita sebenarnya bukan demi memperoleh persamaan hak dengan kaum pria. Apabila hak kaum wanita disamakan dengan kaum pria, tentu akan merugikan pihak wanita. Sebaliknya, hak kaum pria, secara kodrati juga mustahil disamakan dengan wanita, akibat realita kewajiban masing-masing jenis kelamin dengan latar belakang biologis kodrati yang tidak sama.

Pria dan wanita memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda. Secara biologis, Tuhan menciptakan manusia sangat berbeda. Mulai dari perbedaan struktur otak, alat reproduksi, dan penampilan fisik. Tentu Tuhan menciptakan perbedaan ini ada tujuanya. Selain itu secara psychologist, pria lebih mengandalkan logikanya, sementara wanita pada persaannya. Dan memang dalam hal ini, masing-masing memiliki potensi yang berbeda.
Hal-hal seperti ini hendaknya menjadi suatu pertimabangan dalam menuntut suatu persamaan hak, agar dapat berjalan secara proporsional. Untuk kembali meluruskan konsep “Emansipasi Wanita”, beberapa hal yang perlu direalisasikan adalah :
1. Gerakan penyadaran sedini mungkin terhadap generasi muda akan hakikat emansipasi wanita. Sejak dini, kaum wanita sudah harus dikenalkan dan diberi penjelasan terhadap batasan-batasan kebebasan dan hak mutlak harus dimiliki wanita. Sehingga cara ini mampu memfilter kaum wanita dari kebebasan tanpa arti, sekaligus menyelamatkan kaum wanita dari pengaruh kebebasan “kebablasan.”
2. Menanamkan prinsip bahwa wanita tidak akan pernah sama dengan pria. Kesadaran wanita akan kodrat, akan mampu mengurangi resiko sebuah persaingan tanpa batas antara pria dan wanita dalam memenuhi peran dan menjalankan berbagai akivitas. Karena, , memang sudah hokum alam peranan kaum wanita tidak bisa disamakan dengan kaum pria. Misalnya dalam sebuah keluarga, bahwa hal yang mutlak bahwa pria tetap harus menjadi pemimpin. Sekalipun wanita adalah seorang presiden di negaranya, jika di dalam keluarga, wanita tetap harus tunduk di bawah pemerintahan seorang pria, yaitu suaminya.

Selain itu, dalam memcegah diskriminasi gender, hal yang perlu dibenahi adalah:
1. Wanita harus berpikir lebih maju dan harus mampu mengembangkan seluruh kemampuannyaserta tidak terus bergantung kepada orang lain.
2. Pemerintah harus menyediakan sarana dimana setiap wanita mendapat pengajaran dan pendidikan agar dapat berpikir lebih cerdas dan tidak gampang didiskriminasi.
3. Wanita juga harus diberi ruang untuk menjadi pemimpin, mengembangkan diri, dan ikut serta dalam pembangunan bangsa.

Teman-teman sekalian, emansipasi akan dating dengan sendirinya, jika wanita mengejar kualitasnya. Sekarang saatnya kita, sebagai wanita Indonesia untuk berkarya dan mengejar kualitas sebagai perempuan berdaya.
Sekian pidato yang saya sampaikan. Terima kasih atas perhatiannya. Selamat pagi,

Wassalamualaikum wr.wb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar