Senin, 17 Desember 2012

This LDR is killing me ...


Assalamualaikum everybadeehhhh……

Kali ini gue mau cerita tentang isi hati gue, padahal kayaknya gak penting bgt juga yah kalian tau. hahaha
Sebenernya sih cerita ini gak penting bgt gue share, gue cuma mau meluapkan isi hati gue yang lagi berwarna-warni bgt *hati apa pelangi yaa*
Langsung aja deh yaa gue ceritanya… Gue cuma mau bilang sama Allah………
Makasih udah kasih keluarga yang sangat sayang sama gue. Gue juga mau makasih udah kirimin sesosok pria yang bikin gue selalu semangat ngejalanin aktivitas gue. Makasih juga buat blackberry, yang udah nyatuin kasih ini. Walau dia jauh bgt di mata, tp di hati gue dia tetap yang terindah.  Gue ngerasa ini adalah kepingan semangat yang Allah udah kasih ke gue… Thanks GOD  for everything….

SEKIAN dan TERIMA KASIH

Minggu, 09 Desember 2012

Cita-Cita

Apa itu cita-cita ??? Cita-cita adalah sebuah impian atau keinginan dalam hidup kita yang harus kita raih dengan penuh peengorbanan. Setiap orang harus memiliki cita-cita dalam hidupnya. Sejak SD, sering sekali saya mendengar pesan yang berbunyi, “Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit”. Saat itu, saya belum mengetahui apa itu cita-cita. Saya juga heran, mengapa para orang tua atau orang dewasa sering bertanya apa cita-cita kita jika sudah besar nanti. Bahkan, ketika saya ditanya oleh orang tua saya, “Meta kalau sudah besar mau jadi apa?”. Saya pun dengan polos menjawab, “mau jadi dokter”. Padahal saat itu saya tidak tahu dengan jelas apa itu dokter dan bagaimana rasanya menjadi dokter. Saya hanya tahu, dokter itu orang yang bisa menyembuhkan orang sakit.

Setelah saya beranjak dewasa, barulah saya mengerti apa arti dari cita-cita dan apa manfaatnya jika kita mempunyai tujuan atau cita-cita dalam hidup kita sejak dini. Maksud dari orang tua atau orang dewasa sering  menanyakan cita-cita kepada anaknya adalah untuk membangun mental, niat, dan tujuan sang anak. Karena dengan memiliki cita-cita dan keinginan yang kuat, kita dapat semangat dalam menjalani hidup dan terus berjuang untuk meraih cita-cita kita dengan melawan segala hambatan dan rintangan yang menghadang.

Menjadi suatu keharusan bagi orang tua atau guru untuk membangun cita-cita sang anak sejak dini. Orang tua juga harus mampu menyesuaikan bakat dan minat anak, agar sang anak senang dan bersemangat dalam mengejar cita-cita nya. Orang tua juga harus mampu menjelaskan apa arti cita-cita kepada anaknya, sehingga sang anak sejak dini sudah rajin belajar untuk menggapai cita-cita yang diinginkannya.

Apabila kita sejak dini sudah mempunyai cita-cita, tentu saja banyak sekali manfaat yang kita rasakan. Diantaranya yaitu, hidup kita mempunyai jalan atau arah yang jelas. Mental kita dalam menghadapi hambatan jadi terasah, kita lebih bisa melawan rasa malas untuk meraih cita-cita kita tersebut, Kita pun akan rajin belajar dan terus berlatih dalam segala hal yang menjunjung cita-cita kita tersebut.

Oleh karena itu, marilah kita gantungkan cita-cita kita setinggi langit. Berusalah untuk meraihnya dengan semangat dan tekad yang kuat. Jangan pernah patah semangat dan putus asa dalam menggapai cita-cita. Dan jangan lupa untuk terus berdoa kepada Tuhan, agar segala sesuatunya diberikan kelancaran untuk mencapai cita-cita yang kita inginkan. “Nggak ada mimpi yang ketinggian. Yang ada usaha yang kurang maksimal”. :)


TULISAN 4
Nama   : Meta Puspita Sari
NPM    : 14611442
Kelas   : 2Sa04


Jumat, 07 Desember 2012

Hadapi Masalah Hidup Seperti Segelas Air


Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stres, Steven Covey, pakar Leadership-7 Habits, mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: seberapa berat menurut Anda segelas air ini?

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. ”Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama Anda memegangnya,” kata Covey.

”Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin Anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”

”Jika kita membawa beban kita terus-menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya,” lanjut Covey. ”Yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi.”

Saya ingin mengajak Anda agar kita tidak sepanjang hari terus merasa merana dan memikirkan kesulitan yang sedang kita tanggung. Cobalah meninggalkan beban kita secara periodik agar kita dapat merasa lebih segar, kuat, dan mampu membawanya lagi. Misalnya sebelum tidur tinggalkan dulu beban itu. Apa pun beban yang ada di pundak kita hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi, untuk dipikirkan juga jalan keluarnya.

Saya yakin setiap orang punya masalah hidup masing-masing. Jangan kira orang sukses dan kaya tidak punya masalah. Ya, mereka punya! Anda saja yang tidak tahu urusan pribadi mereka. Masalah kita sendiri, bagi kita begitu berat, rumit dan memusingkan, seakan tidak ada jalan keluar. Namun jika Anda mencoba melihat orang lain lain yang lebih berat masalah hidupnya, Anda akan merasa beruntung ternyata hidup Anda tidak seberat yang Anda kira selama ini. Semoga analogi segelas air ini bisa mencerahkan pusingnya pikiran Anda dalam menghadapi masalah hidup :)


Tugas 3_SoftSkill (Kegelisahan)


1.   Apa saja yang Anda lakukan ketika Anda sedang merasakan kegelisahan ?

Jawab :  
Saya adalah orang yang mudah gelisah. Baik gelisah untuk hal yang positif maupun hal negatif. Mungkin ini adalah kekurangan dari diri saya. Karena kegelisahan yang saya alami, endingnya akan menimbulkan kekhawatiran yang membuat makin bertambah kegelisahan saya. Positifnya, ketika saya sedang mengalami kegelisahan, justru disitulah tingkat keimanan saya naik. Saya lebih rajin ibadah untuk berdoa dan mencurahkan isi hati saya kepada Allah, Sang penguasa hati manusia.

Selain itu, saya adalah orang yang lebih suka menyendiri jika sedang mengalami kegelisahan. Saya tidak seperti orang pada umumnya yang suka menceritakan kegelisahannya kepada orang lain. Justru ketika saya sedang gelisah, saya malas berbicara dengan orang lain. Saya lebih suka mendengarkan musik untuk meningkatkan suasana hati (mood) saya. Karena dengan mendengarkan musik-musik favorit saya, saya merasa lebih tenang dan rileks.

2.    Apakah yang Anda lakukan tersebut efektif ? Jelaskan alasannya !

Jawab : Ya, efektif ! Bahkan sangat efektif. Kedua hal itu sangat berpengaruh dalam mengurangi kegelisahan hati saya. Dengan curhat kepada Allah, saya merasa jauh lebih tenang , dan dengan mendengarkan musik-musik favorit saya, dapat meningkatkan suasana hati (mood) saya. Saya pun dapat menjalani hari-hari dan menjalankan kembali aktivitas saya dengan lebih semangat, tidak berlarut dalam kegelisahan yang saya alami. J

Nama    : Meta Puspita Sari
NPM      : 14611442
Kelas     : 2Sa04

Jumat, 09 November 2012

WHATEVER LYRICS - OASIS


I'm free to be whatever I
Whatever I choose
And I'll sing the blues if I want

I'm free to say whatever I
Whatever I like
If it's wrong or right it's alright

Always seems to me
You always see what people want you to see
How long's it gonna be
Before we get on the bus
And cause no fuss
Get a grip on yourself
It dont cost much

Free to be whatever you
Whatever you say
If it comes my way it's alright

You're free to be wherever you
Wherever you please
You can shoot the breeze if you want

It always seems to me
You always see what people want you to see
How long's it gonna be
Before we get on the bus
And cause no fuss
Get a grip on yourself
It don't cost much

I'm free to be whatever I
Whatever I choose
And I'll sing the blues if I want

Here in my mind
You know you might find
Something that you
You thought you once knew
But now it's all gone
And you know it's no fun
Yeah I know it's no fun
Oh I know it's no fun

I'm free to be whatever I
Whatever I choose
And I'll sing the blues if I want

I'm free to be whatever I
Whatever I choose
And I'll sing the blues if I want

Whatever you do
Whatever you say
Yeah I know it's alright

Whatever you do
Whatever you say
Yeah I know it's alright

Kenali Gejala Kanker Payudara dan Cara Menjauhinya


Normalnya, sel-sel tubuh secara alami direproduksi hanya ketika dibutuhkan. Namun terkadang sel-sel tersebut terus bertambah banyak tanpa bisa dikontrol sehingga terbentuk jaringan padat yang disebut juga dengan tumor. Jika sel-sel yang bertambah banyak adalah sel normal, itu tidak berbahaya. tapi jika yang bertambah banyak adalah sel yang abnormal, itulah yang memicu munculnya kanker.

Kanker payudara misalnya. Sesuai dengan namanya, kanker ini berawal di jaringan payudara dan bisa menyebar ke sekitar payudara bahkan ke organ tubuh lainnya. Penyebaran ini disebut juga dengan metastasis. Tidak hanya terjadi pada wanita, kanker payudara juga bisa mengenai pria. Belum diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan kanker, tapi beberapa faktor bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker, misalnya:

1. Usia. Pada wanita, risiko seseorang terkena kanker payudara meningkat saat usianya mulai empat puluh tahun dan mulai usia enam puluh tahun pada pria.

2. Genetik. Risiko meningkat jika ada kerabat dekat yang pernah mengalami kanker payudara.

3. Pola makan yang tidak sehat dan mengalami obesitas.

4. Merokok dan sering mengonsumsi alkohol.

5. Malas berolahraga.


Berikut ini gejala-gejala yang ditimbulkan oleh kanker payudara:
- adanya benjolan pada atau di sekitar payudara setelah masa menstruasi selesai
- perubahan pada bentuk dan ukuran payudara
- keluarnya cairan bening atau kemerahan dari puting
- kulit payudara menjadi berkerut atau bersisik
- kulit payudara menjadi kemerahan atau meradang dan perubahan pada puting (misalnya mengelupas)

Terutama pada pria, kurangnya kewaspadaan akan bahaya kanker payudara seringkali membuat penyakit baru terdeteksi setelah cukup parah. Untuk mencegah kanker payudara, disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin dengan memeriksa diri sendiri (self-exams). Rabalah payudara untuk mengetahui kemungkinan adanya benjolan, atau lakukan pemeriksaan dengan mammograms ketika Anda memasuki usia empat puluh tahun, apalagi jika keluarga Anda memiliki riwayat kanker payudara. Pemeriksaan dengan 3D Sonomamogram dinilai lebih akurat dan aman karena tidak menggunakan radiasi.

Butuh tips yang lebih sederhana agar kanker tidak ‘mendekat’? Anda harus olahraga dengan rutin, setidaknya selama setengah jam setiap hari. Mengonsumsi makanan sehat juga amat membantu, contoh: buah beri (stroberi dan raspberi) yang kaya akan antioksidan dan sayuran hijau (bayam, brokoli dan kubis). Hindari makanan olahan dan yang penuh lemak.


Kamis, 08 November 2012

Senyuman Akhir Penderitaan

            Hidup sejahtera dan banyak harta telah diraihnya sekarang. Pria berusia 30 tahun, yang sebentar lagi akan menikah dengan tunangannya yang sangat cantik. Saat ia sedang melamun melihat kolam renang dari jendela kamarnya di lantai dua. Ia mengingat banyak hal sedih dan sulit yang telah dilaluinya. Andi yang dahulu tinggal dengan seorang ibu dan seorang kakak laki-laki. Hidup di sebuah rumah kecil dari bilik bambu. Karena tidak sanggup membayar biaya pemasangan listrik, terpaksa harus meminta penyaluran listrik dari tetangganya. Dan membayar biaya listrik tersebut kepada tetangga yang sudah dianggap saudara oleh keluarganya. Listrik Itu pun hanya digunakan untuk kamar tidur saja. Karena ibunya khawatir Andi dan kakak nya tidak dapat belajar. Sedangkan ruangan yang lainnya hanya mengandalkan sinar dari petromak.
       Ibu Andi adalah seorang kuli nyuci dan setrika di kampungnya. Ibu Andi berjuang keras untuk menyekolahkan anak-anak nya. Ayah Andi sudah lama meninggalkan mereka. Dari semenjak Andi berumur satu tahun, ia sudah tidak punya ayah.  Ayahnya menikah lagi dengan seorang janda kaya yang tinggal di seberang desa nya. Walau sekarang ayahnya sangat kaya, ayahnya tidak pernah mengirimkan uang untuk keluarganya. Ibu Andi sudah beberapa kali meminta nafkah kepada mantan suaminya itu, tetapi ia malah mengusir ibu Andi dan memarahi nya. Semenjak kejadian itu, ibu Andi selalu berusaha membesarkan anak-anaknya dengan jerih payahnya sendiri. Ia berharap anak-anaknya bisa sekolah sampai ke perguruan tinggi agar bisa mendapatkan pekerjaan yang mulia dan hidup sukses.
             Jika sarapan, keluarganya hanya makan gabah yang dibuang dari tetangganya. Makan siangnya, karena tak punya uang, mereka mengganjal perutnya dengan minum air. Saat makan malam, mereka kembali harus memakan gabah yang sudah diolah oleh ibu nya. Jika ada uang lebih, mereka baru bisa makan nasi dan tempe. itu pun hanya Andi dan kakak nya saja yang makan. Ibu nya selalu tidak ikut makan. Jika ditanya kenapa ibu tidak makan, ibunya selalu menjawab sudah kenyang. Mereka tidak tahu kalau ibunya berbohong hanya untuk menyisihkan jatah makan nya untuk keesokan harinya. Agar Andi dan kakaknya tidak terus makan gabah yang tidak sehat.
            Meski sangat miskin, Andi punya tekad kuat untuk menempuh pendidikan tinggi. Karena itu, ia belajar keras demi memperoleh beasiswa agar bisa meneruskan sekolah ke perguruan tinggi.  Jarak rumah Andi ke sekolah hampir 3 kilometer. Namun itu dapat ditempuhnya hanya dengan berjalan kaki. Ia tidak mau ibunya memberin uang jajan yang berlebihan. Karena ia takut ibunya tidak dapat membayar listrik, serta bayaran sekolah kakak dan dirinya.
            Lepas SMA, karena prestasinya bagus, Andi berhasil diterima di perguruan tinggi terkenal di Surabaya. Untuk biayanya, ia bekerja sebagai tukang sapu jalan. Saat kuliah inilah, bisa dikatakan sebagai awal mula titik balik kehidupannya. Setelah semester 5, Andi mulai mengajar les privat. Andi sering telat saat jam mengajar, karena ia harus naik angkutan umum berkali-kali menuju rumah muridnya. Namun, karena kegigihanya mengajar, dan banyak murid yang sangat senang diajarkan olehnya, ada salah satu orang tua dari murid tersebut yang memberikannya sebuah sepeda motor.
            Andi merasa sangat bersyukur karena ia dapat menuju kampus dan tempatnya mengajar tanpa harus naik angkutan umum berkali-kali yang menyita banyak waktu. Walaupun sepeda motor itu adalah sepeda motor yang sering sekali mogok, karena usianya yang sudah sangat tua. Sepeda motor itu sudah tidak dipakai lagi oleh pemiliknya, oleh karena itu ia memberikannya kepada Andi.
            Hari wisuda pun tiba, dimana itu adalah hari yang sangat ia tunggu-tunggu. Andi mendapat berita bahwa ia adalah mahasiswa dengan nilai terbaik dari fakultas nya. Ia pun tidak sabar menunggu kehadiran ibu dan kakaknya. Lama sekali mereka datang, padahal hampir semua temanya sudah duduk bersama kedua orang tuanya. Kakaknya yang sudah bekerja sebagai manager di sebuah perusahaan swasta, saat itu hanya hadir seorang diri. Andi pun penuh tanda tanya dalam hati. Kemana seorang ibu yang sangat dicintainya itu?? Karena ia ingin sekali ibunya melihat ia naik ke mimbar untuk penyerahan penghargaan mahasiswa nilai terbaik dan memberikan pidato singkat.
            Pada saat Andi menanyakan keberadaan ibunya, kakaknya hanya menjawab bahwa ibunya tidak bisa datang karena sakit. Andi merasa sangat sedih. Namun ia tidak bisa mengelak, mana mungkin ibunya yang sedang sakit dipaksa harus datang ke acara wisuda itu. Setelah acara wisuda selesai, semua mahasiswa berfoto-foto dengan keluarganya. Namun Andi yang sedang khawatir dengan keadaan ibunya, meminta kakaknya segera pulang bersamanya. Namun, saat dalam perjalanan pulang. Kakak Andi mulai bercerita, ia mengatakan kepada Andi bahwa ibu nya telah meninggal.
            Saat itu, Andi yang tinggal di kos-an agar dekat dengan kampusnya, tidak mengetahui kalau ibunya selama ini menutupi penyakitnya. Ia selalu berpura-pura sehat dihadapan Andi dan kakak nya. Ternyata, tetangga yang sudah dianggap saudara oleh Andi itu mengatakan bahwa ibunya sudah lama mengidap penyakit magh kronis. Kata dokter, itu disebabkan karena ibu Andi sering menahan rasa lapar sampai berhari-hari.
            Kakak Andi berusaha menenangkan hati Andi. Ia mengajarkan Andi rasa ikhlas yang tulus. Andi pun dapat tegar menerima kenyataan pahit itu. Mereka pun bersama menuju ke pemakaman ibu yang sangat dicintainya itu. Hal yang tidak pernah Andi bayangkan, disaat hari kesuksesanya akan dimulai. Justru orang yang menjadi semangat hidupnya tidak dapat menyaksikan dan merasakan kesuksesanya itu.
            Lamunan Andi buyar karena tunanganya yang tiba-tiba memegang pundaknya dari belakang. Tunanganya terkejut saat Andi membalikkan badan. Mata Andi basah seperti habis menangis. Andi pun akhirnya menceritakan kisah sewaktu kecilnya yang sangat pahit. Tunangan Andi menanggapi Andi dengan sangat serius. Ia makin sangat bangga dengan Andi. Ia pun menangis mendengar cerita Andi calon suaminya itu. Ia tidak menyangka Andi seorang General Manager di sebuah perusahaan besar di Jakarta berasal dari keluarga yang sangat miskin. Tunanganya hanya tahu, kalau Andi adalah pria yang sangat mapan. Tinggal disebuah rumah mewah nan megah. Mercy keluaran terbaru adalah yang tiap hari mengantarkannya ke kantor, dan membelikan apapun yang diinginkannya.
            Kini mereka akan menempuh hidup baru. Andi akan hidup dengan seorang wanita cantik keturunan Belanda. Tunanganya sangat baik dan lembut hati nya. Tunangan Andi mengatakan bahwa ia akan berusaha menyayangi Andi seperti ibu nya menyayanginya. Senyuman bahagia pun terpancar dari wajah Andi. 

Tulisan 3
Nama  : Meta Puspita Sari
NPM    : 14611442
Kelas   : 2Sa04