Sabtu, 27 Juli 2013

La Tahzan Quotes

“Today is what you have and the only thing you can work with. Yesterday is gone and tomorrow isn't here yet.” 
― Aidh bin Abdullah al-QarniLa Tahzan: Jangan Bersedih

“Always better to be busy than bored -Idleness is a slow torture; it is an expert thief and your mind is the victim” 
― Aidh bin Abdullah al-QarniLa Tahzan: Jangan Bersedih

Minggu, 05 Mei 2013

Etika Bisnis dan Kewirausahaan

1.        Etika Bisnis

                Etika bisnis merupakan etika yang berlaku dalam kelompok para pelaku bisnis dan semua pihak yang terkait dengan eksistensi korporasi termasuk dengan para kompetitor. Etika bisnis merupakan suatu etika yang harus diterapkan dalam bisnis yang tidak hanya memperlakukan para konsumen dan karyawan secara jujur, tapi juga bertindak sebagai seorang warga negara yang baik didalam komunitas.

        Macam Etika Bisnis:
            Etika yang harus ada dalam benak dan jiwa setiap pengusaha adalah sebagai berikut :
a.      Kejujuran
b.      Bertanggung Jawab
c.      Menepati Janji
         d.      Disiplin
         e.      Taat hukum
         f.       Suka membantu
        g.      Komitmen dan menghormati
        h.      Mengejar prestasi

2.        Enam Tingkatan Membangun Moral

             Menurut ahli psikologi, Lawrence Kohlberg, dengan risetnya selama 20 tahun, menyimpulkan, bahwa ada 6 tingkatan (terdiri dari 3 level, masing-masing 2 tahap) yang teridentifikasi dalam perkembangan moral seseorang untuk berhadapan dengan isu-isu moral. Tahapannya adalah sebagai berikut :

1)
         Level satu : Tahap Prakonvensional

       Pada tahap pertama, seorang anak dapat merespon peraturan dan ekspektasi sosial dan dapat menerapkan label-label baik, buruk, benar dan salah.
Tahap satu : Orientasi Hukuman dan Ketaatan. Pada tahap ini, konsekuensi fisik sebuah tindakan sepenuhnya ditentukan oleh kebaikan atau keburukan tindakan itu. Alasan anak untuk melakukan yang baik adalah untuk menghindari hukuman atau menghormati kekuatan otoritas fisik yang lebih besar.
Tahap dua : Orientasi Instrumen dan Relativitas. Pada tahap ini, tindakan yang benar adalah yang dapat berfungsi sebagai instrument untuk memuaskan kebutuhan anak itu sendiri atau kebutuhan mereka yang dipedulikan anak itu.

2)
         Level dua : Tahap Konvensional

          Pada level ini, orang tidak hanya berdamai dengan harapan, tetapi menunjukkan loyalitas terhadap kelompok beserta norma-normanya. Remaja pada masa ini, dapat melihat situasi dari sudut pandang orang lain, dari perspektif kelompok sosialnya.Tahap Tiga : Orientasi pada Kesesuaian Interpersonal. Pada tahap ini, melakukan apa yang baik dimotivasi oleh kebutuhan untuk dilihat sebagai pelaku yang baik dalam pandangannya sendiri dan pandangan orang lain.
Tahap Empat : Orientasi pada Hukum dan Keteraturan. Benar dan salah pada tahap konvensional yang lebih dewasa, kini ditentukan oleh loyalitas terhadap negara atau masyarakat sekitarnya yang lebih besar. Hukum dipatuhi kecuali tidak sesuai dengan kewajiban sosial lain yang sudah jelas.

3)         Level tiga : Tahap Postkonvensional, Otonom, atau Berprinsip

            Pada tahap ini, seseorang tidak lagi secara sederhana menerima nilai dan norma kelompoknya. Dia justru berusaha melihat situasi dari sudut pandang yang secara adil mempertimbangkan kepentingan orang lain. Dia mempertanyakan hukum dan nilai yang diadopsi oleh masyarakat dan mendefinisikan kembali dalam pengertian prinsip moral yang dipilih sendiri yang dapat dijustifikasi secara rasional. Hukum dan nilai yang pantas adalah yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang memotivasi orang yang rasional untuk menjalankannya.
Tahap Lima : Orientasi pada Kontrak Sosial
. Tahap ini, seseorang menjadi sadar bahwa mempunyai beragam pandangan dan pendapat personal yang bertentangan dan menekankan cara yang adil untuk mencapai consensus dengan kesepahaman, kontrak, dan proses yang matang. Dia percaya bahwa nilai dan norma bersifat relative, dan terlepas dari consensus demokratis semuanya diberi toleransi.
Tahap Enam : Orientasi pada Prinsip Etika yang Universal. Tahap akhir ini, tindakan yang benar didefinisikan dalam pengertian prinsip moral yang dipilih karena komprehensivitas, universalitas, dan konsistensi. Alasan seseorang untuk melakukan apa yang benar berdasarkan pada komitmen terhadap prinsip-prinsip moral tersebut dan dia melihatnya sebagai kriteria untuk mengevaluasi semua aturan dan tatanan moral yang lain.

3.        Aplikasi Standar Moral

          Moralitas adalah pedoman yang dimiliki individu atau kelompok mengenai apa itu benar dan salah, atau baik dan jahat. Pedoman moral mencakup norma-norma yang kita miliki mengenai jenis-jenis tindakan yang kita yakini benar atau salah secara moral, dan nilai-nilai yang kita terapkan pada objek-objek yang kita yakini secara moral baik atau secara moral buruk. Standar moral pertama kali terserap ketika masa kanak-kanak dari keluarga, teman, pengaruh kemasyarakatan seperti gereja, sekolah, televisi, majalah, music dan perkumpulan.

Hakekat standar moral :
  1. Standar moral berkaitan dengan persoalan yang kita anggap akan merugikan secara serius atau benar-benar akan menguntungkan manusia.
  2. Standar moral tidak dapat ditetapkan atau diubah oleh keputusan dewan otoritatif tertentu.
  3. Standar moral harus lebih diutamakan daripada nilai lain termasuk (khususnya) kepentingan diri.
  4. Standar moral berdasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak.
  5. Standar moral diasosiasikan dengan emosi tertentu dan kosa kata tertentu.
    Standar moral, dengan demikian, merupakan standar yang berkaitan dengan persoalan yang kita anggap mempunyai konsekuensi serius, didasarkan pada penalaran yang baik bukan otoritas, melampaui kepentingan diri, didasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak, dan yang pelanggarannya diasosiasikan dengan perasaan bersalah dan malu dan dengan emosi dan kosa kata tertentu.
4.        Tanggung Jawab Moral


                 Kapankah secara moral seseorang bertanggung jawab atau disalahkan, karena melakukan kesalahan? Seseorang secara moral bertanggung jawab atas tindakannya dan efek-efek merugikan yang telah diketahui ;
a. Yang dilakukan atau dilaksanakan seseorang dengan sengaja dan secara bebas
b. Yang gagal dilakukan atau dicegah dan yang secara moral keliru karena orang itu dengan sengaja atau secara bebas gagal melaksanakan atau mencegahnya.

Ada kesepakatan umum, bahwa ada dua kondisi yang sepenuhnya menghilangkan tanggung jawab moral seseorang karena menyebabkan kerugian ;
  1. Ketidaktahuan
  2. Ketidakmampuan
Kesimpulan mendasar tentang tanggung jawab moral atas kesalahan atau kerugian yang memperingan tanggung jawab moral seseorang yaitu :
  1. Secara moral individu, bertanggung jawab atas tindakan yang salah yang dia lakukan (atau yang secara keliru dia lalaikan) dan atas efek-efek kerugian yang disebabkan (atau yang gagal dia cegah) ketika itu dilakukan dengan bebas dan sadar.
  2. Tanggung jawab moral sepenuhnya dihilangkan (atau dimaafkan) oleh ketidaktahuan dan ketidakmampuan
  3. Tanggung jawab moral atas kesalahan atau kerugian diringankan oleh :
  • Ketidak pastian
  • Kesulitan
A.         Tanggung Jawab Perusahaan

            Dalam perusahaan modern, tanggung jawab atas tindakan perusahaan sering didistribusikan kepada sejumlah pihak yang bekerja sama. Tindakan perusahaan biasanya terdiri atas tindakan atau kelalaian orang-orang berbeda yang bekerja sama sehingga tindakan atau kelalaian mereka bersama-sama menghasilkan tindakan perusahaan. Jadi, siapakah yang bertanggung jawab atas tindakan yang dihasilkan bersama-sama itu?
Pandangan tradisional berpendapat bahwa mereka yang melakukan secara sadar dan bebas apa yang diperlukan perusahaan, masing-masing secara moral bertanggung jawab.
Lain halnya pendapat para kritikus pandangan tradisional, yang menyatakan bahwa ketika sebuah kelompok terorganisasi seperti perusahaan bertindak bersama-sama, tindakan perusahaan mereka dapat dideskripsikan sebagai tindakan kelompok, dan konsekuensinya tindakan kelompoklah, bukan tindakan individu, yang mengharuskan kelompok bertanggung jawab atas tindakan tersebut.


B.         Tanggung Jawab Bawahan

       Dalam perusahaan, karyawan sering bertindak berdasarkan perintah atasan mereka. Perusahaan biasanya memiliki struktur yang lebih tinggi ke beragam agen pada level yang lebih rendah. Jadi, siapakah yang harus bertanggung jawab secara moral ketika seorang atasan memerintahkan bawahannya untuk melakukan tindakan yang mereka ketahui salahHanya atasan yang secara moral bertanggung jawab atas tindakan yang keliru, bahkan jika bawahan adalah agen yang melakukannya. Pendapat tersebut keliru, karena bagaimanapun tanggung jawab moral menuntut seseorang bertindak secara bebas dan sadar, dan tidak relevan bahwa tindakan seseorang yang salah merupakan pilihan secara bebas dan sadar mengikuti perintah. Ada batas-batas kewajiban karyawan untuk mentaati atasannya. Seorang karyawan tidak mempunyai kewajiban untuk mentaati perintah melakukan apapun yang tidak bermoral.

5.        Contoh Pelanggaran Etika Bisnis

a.                  Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip pertanggungjawaban
       
        Sebuah perusahaan PJTKI di Jogja melakukan rekrutmen untuk tenaga baby sitter. Dalam pengumuman dan perjanjian dinyatakan bahwa perusahaan berjanji akan mengirimkan calon TKI setelah 2 bulan mengikuti training dijanjikan akan dikirim ke negara-negara tujuan. Bahkan perusahaan tersebut menjanjikan bahwa segala biaya yang dikeluarkan pelamar akan dikembalikan jika mereka tidak jadi berangkat ke negara tujuan. B yang terarik dengan tawaran tersebut langsung mendaftar dan mengeluarkan biaya sebanyak Rp 7 juta untuk ongkos administrasi dan pengurusan visa dan paspor. Namun setelah 2 bulan training, B tak kunjung diberangkatkan, bahkan hingga satu tahun tidak ada kejelasan. Ketika dikonfirmasi, perusahaan PJTKI itu selalu berkilah ada penundaan, begitu seterusnya. Dari kasus ini dapat disimpulkan bahwa Perusahaan PJTKI tersebut telah melanggar prinsip pertanggungjawaban dengan mengabaikan hak-hak B sebagai calon TKI yang seharusnya diberangnka ke negara tujuan untuk bekerja.

b.             Pelanggaran etika bisnis terhadap transparansi

            Sebuah Yayasan X menyelenggarakan pendidikan setingkat SMA. Pada tahun ajaran baru sekolah mengenakan biaya sebesar Rp 500.000,- kepada setiap siswa baru. Pungutan sekolah ini sama sekali tidak diinformasikan kepada mereka saat akan mendaftar, sehingga setelah diterima mau tidak mau mereka harus membayar. Disamping itu tidak ada informasi maupun penjelasan resmi tentang penggunaan uang itu kepada wali murid.
Setelah didesak oleh banyak pihak, Yayasan baru memberikan informasi bahwa uang itu dipergunakan untuk pembelian seragama guru. Dalam kasus ini, pihak Yayasan dan sekolah dapat dikategorikan melanggar prinsip transparansi.


c.                  Pelanggaran etika bisnis terhadap akuntabilitas

Sebuah RS Swasta melalui pihak Pengurus mengumumkan kepada seluruh karyawan yang akan mendaftar PNS secara otomotais dinyatakan mengundurkan diri. A sebagai salah seorang karyawan di RS Swasta itu mengabaikan pengumuman dari pihak pengurus karena menurut pendapatnya ia diangkat oleh Pengelola dalam hal ini direktur, sehingga segala hak dan kewajiban dia berhubungan dengan Pengelola bukan Pengurus. Pihak Pengelola sendiri tidak memberikan surat edaran resmi mengenai kebijakan tersebut.
Karena sikapnya itu, A akhirnya dinyatakan mengundurkan diri. Dari kasus ini RS Swasta itu dapat dikatakan melanggar prinsip akuntabilitas karena tidak ada kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban antara Pengelola dan Pengurus Rumah Sakit
.

sumber :



Meta Puspita Sari
14611442
2Sa04




You Make Me Crazier, Crazier, Crazier

Tonight I  feel happy. I dont't know what have made me so very happy. I think, i feel happy while I'am hearing Crazier by Taylor Swift. I remember everything all about you. I miss when we were together. Thus, i wanna write this song's lyric to treat my longing on you. My *K*

"Crazier"

I'd never gone with the wind
Just let it flow
Let it take me where it wants to go
'Til you open the door
There's so much more
I'd never seen it before
I was trying to fly
But I couldn't find wings
But you came along and you changed everything

[Chorus:]
You lift my feet off the ground
You spin me around
You make me crazier, crazier
Feels like I'm falling and I am lost in your eyes
You make me crazier, crazier, crazier

I've watched from a distance as you made life your own
Every sky was your own kind of blue
And I wanted to know how that would feel
And you made it so real
You showed me something that I couldn't see
You opened my eyes
And you made me believe

[Chorus]

Baby you showed me what living is for
I don't wanna hide anymore
Oh oh

You lift my feet off the ground
You spin me around
You make me crazier, crazier
Feels like I'm fallin' and I am lost in your eyes
You make me crazier, crazier, crazier
Crazier, crazier.



Senin, 15 April 2013

Leadership in Entreprenuership

            According to Shane, S.A, Leadership in Entrepreneurship can be defined asone who undertakes innovations, finance and business acumen in an effort to transform innovations into economic goods. This refers to not only the act of entrepreneurship as managing or starting a business, but how one manages to do so by these social processes, or leadership skills. Entrepreneurship, in itself, can be defined as the process by which individuals, teams, or organizations identify and pursue entrepreneurial opportunities without being immediately constrained by the resources they currently control.

            An entrepreneur typically has a mindset that seeks out potential opportunities during uncertain times. This leads us to see that an entrepreneur must have leadership skills or qualities in order to see potential opportunities and act upon them. An entrepreneur, at the core, is a decision maker. Such decisions often have an impact on an organization as a whole, which is representative of their leadership amongst the organization.

A.      The Traits of  Leadership
       Efforts to assess the success or failure of a leader can be done by observing and recording characteristics and quality or the quality of his behavior, used as a criterion for assessing leadership. Systematic efforts that produce the theory that called The Traits Theory of Leadership.

George R. Terry in his book " Principle of Management 1964" writes ten superior traits of leadershipe are:
1.    Strength
2.    Stability emose
3.    Knowledge of human relationships
4.    Honesty
5.    Objective
6.    Personal encouragement
7.    Communication skills
8.    Ability to teach
9.    Social skills
10.  Managerial skills

B.      The Priciples of Leadership Entrepreneurship

      Fully master the principles and actions of of entrepreneurship leadership is a process that demands growth along with three components, namely an individual's personal development, effective teamwork and change of organization. These are 10 principles and implementation principles that teach and foster of principle activities that will develop the attributes of  entrepreneurship leadership to the entire organization :

1.         Purposeful (have a clear goal to be achieved)
2.         Responsible          
3.         Integrity
4.         Nonconformity
5.         Courageous
6.         Intuitive
7.         Patience
8.         Listen
9.         Enthusiasm
10.       Service

C.      Step by Step Making a Decision

         Decision-making process begins with the identification of problems encountered and ends with an evaluation of the implemented solutions. The five steps in the decision-making are:

1.         Identify and formulate problems that is faced.
2.         Evaluating the solutions thatpossiblecan be applied.
3.         Selecting a solution that in inference.
4.         Applying the solution.
5.         Evaluating the results that is achieved.

D.      Leadership Approaches

1.         Approach traitof leadership
2.         Approach the situation of leadership.

E.      The determination of How to Make Decisions As A Leader

       Three main factors or forces which affect the determination of the behavior of entrepreneurial leadership which will be used to make decisions are:

1. The power in self-entrepreneurs
2. The power on subordinate
3. The power in leadership situations

F.      Leadership Situation in General

      A leader shows the three main types of behavior when they had fulfilled their obligations.The first type of behavior is called behavioral structure. Behavior of the structure is a leadership activity that describes the relationship between the leader and followers of the leader or set well-defined procedures that must be obeyed by followers in doing their duties.

G.     The Criteria of Leadership Successful

   1. Increased production results and the provision of services by the organization (technical                                 and economical aspects).
        2.  The more neat and more effective administrative systems management include:
         a.   Human resource management, nature, funding, facilities and time are more    economical and   efficient.
            b.    The right man in the right place, with a broad delegation of authority.
           c.     Organizational structure according with the needs of the organization and there is an integration     of all the parts.
d.  Targets and objectives to be achieved always fulfilled in accordance with the time schedule.

3.      Increasing human activities or social aspects of human nature, such as:

 a.  There is work discipline, self-discipline, sense of responsibility, and high moral within the organization.
  b.   There is an atmosphere of mutual trust, cooperation, cooperative and high work ethic.
  c.    There is a high enthusiasm in work and loyalty to the organization.
  d.    There are social guarantees that satisfy.


Source :


NAME : META PUSPITA SARI
NPM : 14611442
CLASS : 2SA04


Minggu, 17 Maret 2013

Muhammad Asmui Kammuri, A Successful Young Entrepreneur

             
               Muhammad Asmui Kammuri  become one of the successful  young entrepreneur. By bearing the brand of Javapuccino, he sold coffee. Now, he has had 423 booth, 175 island (small kiosk), and five cafés. He set a target coffee are 2 million/booth/month, 5 million/booth/month, and 7 million- 10 million/cafe/month. If the target is reached at whole his outlet, he will get minimal net income 1,7 billion/month.

                A man who was born on Semarang, October 24, 1985, started his business when he studied at Accounting Program at Syarif Hidayatullah University, at Jakarta, on 2006. He had been a tentor in LBB Bintang Pelajar. His business disbanded after running 2 years, because the business interrupted his schedule of his college. However, his business sense has never died. He tried to make effort of drink. At the beginning, he named the drink was Josstea. Nevertheless, Asmui failed to get a patent right. Javapuccino was the name that succeed. Thereafter, on February 2, 2008, he ventured to open a booth of coffee and tea at Ciputat with the name is Javapuccino. His capital was 3 million to make the cart and for renting a place. Thereafter, he registered the brand of Javapuccino to Directorate General of Intellectual Property Rights, Ministry of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia.

                Asmui started the Javapuccino business with form of booth since 2008. At 2012, Asmui raised the scale business from booth became a café. Before launching the Javapuccino café, was on 2011, Asmui changed the scale of booth (take away) become Solopuccino from the originally named was Javapuccino. Until now, Asmui said. already there 590 outlets of Javapuccino coffee and is about 100 outlets of Solopuccino. Beside Javapuccino café, Asmui also open the Javachicken restaurant on 2012 ago. The three business units are located in a single company named PT Javapuccino Coffee.

             The success stories Javapuccino make Asmui got many rewards. The several are Best Young Successful Entrepreneur on 2011 from the minister of cooperatives and UKM of the Republic of Indonesia, Indonesia Franchise Award 2011 category Fastest Growing Franchise, and National Champion of Independent Young Entrepreneur on 2010.

source :
http://radarlampung.co.id/read/radar/berita-foto/47226-m-asmui-kammuri-jatuh-bangun-mengelola-bisnis-minuman

Name : Meta Puspita Sari
NPM : 14611442
Class  : 2Sa04

Jumat, 25 Januari 2013

Kanker Serviks

Guys, kali ini aku akan berbagi sama kalian, tentang apa yang dinamakan kanker serviks itu. Berhubung aku baru aja ikut seminar tentang ini masalah kewanitaan, gak ada salah nya khan aku berbagi ilmu yang tadi udah dikasih. :)

Informasi ini dibahas langsung dari nara sumbernya, dibahas oleh Duta Kanker Serviks, yang bernama ; Lestari Putri, S.Ked dan Eva Fauziyyah, SST.

Kanker Serviks
  • Beban Kanker Serviks di Dunia : Di dunia, setiap 2 menit seorang wanita meninggal akibat Kanker Serviks.
  • Beban Kanker Serviks di Indonesia : Setiap 1 jam, 1 wanita meninggal karena Kanker Serviks.
Apa KANKER SERVIKS ?
  • Kanker Serviks adalah penyakit yang diderita wanita.
  • Keganasan terjadi pada leher rahim (serviks), yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang senggama (vagina).
  • Kanker Serviks terjadi saat sel normal di serviks berubah menjadi sel kanker.
  • Perubahan ini biasanya memakan waktu 10-15 tahun sampai terjadi kanker.
  • Maka dari itu sebenarnya terdapat kesempatan yang cukup lama untuk mendeteksi melalui skrining dan menanganinya sebelum menjadi kanker serviks.
Dampak Kanker Serviks pada Wanita
  • Puncak usia reproduktif wanita adalah 30-50 tahun
  • Gangguan kualitas hidup : psikis, fisik, dan kesehatan seksual
  • Dampak sosial dan ekonomi (finansial)
  • Pengaruh pada perawatan, pendidikan anak, dan suasana kehidupan keluarga.
Apakah Penyebab Kanker Serviks?

Kanker Serviks disebabkan oleh virus Human Papilloma (HPV).

Beban Utama Infeksi HPV adalah Kanker Serviks
  • Terdapat banyak tipe HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.
  • Di dunia, HPV tipe 16, 18, 45, 31 dan 52 secara bersamaan menjadi penyebab lebih dari 80% kasus kanker serviks.
Faktor pendukung Kanker Serviks
  • Menikah muda
  • Kehamilan yang sering
  • Merokok
  • Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang
  • Infeksi menular seksual
Gejala Awal Kanker Serviks : Kebanyakan infeksi HPV berlangsung tanpa gejala !

Gejala Awal Kanker Serviks 
Sejalan dengan perkembangan kanker, gejala-gejala yang mungkin timbul :
  • Pendarahan melalui vagina
  • Keputihan : bercampur darah, berbau
  • Nyeri panggul
  • Tidak dapat buang air kecil
Siapa yang beresiko ?
  • Hingga 80% wanita akan terinfeksi oleh HPV sepanjang masa hidupnya.
  • Hingga 50% dari mereka akan terinfeksi oleh virus HPV yang dapat menyebabkan kanker sepanjang masa hidupnya.
Mengapa setiap wanita beresiko ?
  • Biasanya sebagian besar terinfeksi akan sembuh dengan sendirinya. Mereka yang mengalami infeksi persisten jrang menunjukkan gejala pada stadium awal, dan biasanya berkembang menjadi kanker serviks beberapa tahun kemudian.
  • Setelah infeksi HPV, tubuh kita tidak selalu dapat membentuk kekebalan, maka kita tidak dapat terlindungi dari infeksi berikutnya.
Bagaimana mendeteksi Kanker Serviks ?
  • Skrining adalah satu-satunya cara untuk mendeteksi lesi pra kanker atau untuk mengetahui tanda-tanda awal kanker serviks sehingga dapat dengan mudah ditangani.
  • Namun, screening tidak dapat mencegah terjadinya kanker serviks.
Rekomendasi skrining di Indonesia : Pap Smear dan Visual Inspection with Acetic Acid - IVA

Bagaimana mencegah Kanker Serviks ?

Pencegahan Primer :
  • Edukasi & promosi
  • Melakukan vaksinasi untuk mencegah infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks
Pencegahan Sekunder
  • Papanicolaou (PAP) smear atau IVA merupakan cara deteksi dini terhadap infeksi HPV
Penatalaksanaan Kanker Serviks
  • Tindakan operasi
  • Radiotherapy
  • Chemotherapy
  • Rehabilitasi
  • Palliative/Supportive care
  • Kanker Serviks yang diketahui telah berstadium lanjut dapat mengakibatkan kerugian bagi organ tubuh disekitarnya dan dapat menyebabkan kematian.
Pesan-pesan Pokok
  • Hubungan seksual monogami
  • Penundaan usia pernikahan
  • Penundaan kehamilan dini
  • Penjarangan kehamilan
  • Peningkatan kebersihan pribadi
  • Perbaikan sanitasi lingkungan
  • Stop merokok
  • Perbaiki gizi




Kamis, 27 Desember 2012

Apalah Arti Impian Buat Gue . . .

Gue, Gue yang bernama lengkap Meta Puspita Sari, lahir di Jakarta. Dimana gue lahir di salah satu bulan yang ada di kalender. Gue adalah orang yang dari kecil banyak mau nya. Sampe sekarang juga impian gue banyaaaakkk bangett.. Gue sendiri pun kualahan nurutin apa yang udah gue impi-impiin. Tapi, sebagai makhluk yang hidup, ga seru bgt khan kalo kita gak punya impian. Hidup jadi hampa meeennnn.....

Kalo kata lyric lagu jadul yang udah nyerap bgt di telinga kita (telinga gue doang sih. haha), lyricnya itu gini " Hidup tanpa cinta, bagai taman tak berbunga. Haiii,, begitulah kata para pujangga". Begitulah sekiranya, karna gue gak tau siapa yang mempopulerkan lagu itu, dan gue males googling cuma mau tau judul plus penyanyinya, terpaksa gue harus merahasiakan namanya untuk saat ini. Nanti kalo gue udah inget, gue bakal bikin tulisan lagi tentang apa judul lagu dan siapa penyanyi nya (ga penting bgt yaa. wkwk)

Lanjut lagi tentang impian ! Menurut gue, hidup tanpa impian, seperti taman tak ber-kembang (kali ini, nama bunga nya gue ganti kembang aja yaa, biar ga monoton. haha). Impian itu seperti suntikan semangat. Kalo gue lagi ngerasa males banget buat belajar atau ngerjain suatu hal, gue selalu inget impian-impian gue kedepannya. Mau jadi apa gue, atau mau punya apa gue?. Ntar nih, kalo gue udah inget itu semua, tiba-tiba gue tuh jadi semangat buat ngelakuin semuanya.

Kadangkala (asikdeh kadang kala), gue pengen sesuatu nih yaa. Gue ingetin terus tuh mimpi-mimpi gue. Dan pasti suatu saat, mimpi gue itu pasti terwujud. Karna gue udah rasain beberapa hal yang gue impiin, bener-bener terjadi dalam hidup gue. Ga perlu juga khan gue daftarin mimpi-mimpi gue yg udah terwujud. Banyak bgt meeenn, walau itu cuma mimpi-mimpi kecil. Kita ga usah mandang hal yang besar untuk di impiin. Hal-hal kecil juga bisa jadi semangat kita untuk bertahan hidup (asik bahasanya. hahaha).

Misalnya aja nih yaa, waktu gue SMA, gue pengen bgt jalan-jalan ke Bali sama keluarga gue. Eh, pas lulus gue bisa jalan-jalan sekeluarga kesana . Terus lagi, gue pengen bgt jalan-jalan ke Jepang, eh ga lama kemudian, temen deket gue yg berinisial Debora (gagal inisial) pergi jalan-jalan ke Jepang. Hahaha, kalo ini ga ngaruh bgt yaa. Gue yang mimpiin, temen gue yg jalan. Tapi seengganya, itu jadi ilmu buat gue. Soalnya doi banyak bercerita gimana kehidupan disana dan suasananya. Setidaknya, itu jadi motivasi buat gue wujudin impian gue itu.

Makanya guys, jangan takut lah kita bermimpi. Gak perlu juga lo grasak-grusuk mau wujudin mimpi-mimpi lo. Kalo kata iklan frestea, " Kalem aja, lanjut terus", kata-kata itu bisa bermakna, selow aja kita lakuin sesuatu yang kita inginin, tapi secara continue, ga berhenti di tengah jalan. Kalo kata iklan aqua, " awal yang baik, berawal dari kita". Bener bgt tuh, karena apapun yang kita dapetin awalnya yaa dari usaha-usaha kita juga. Dan kalo kata iklan Chitato, " Life is never flat", artinya tuh yg namanya hidup ga seru kalo ga ada ujian nya. Hidup harus berwarna. Jadi walau ada aral rintangan yang selalu datang membentang (kayak lyric kera sakti aja yaa?wkwk), kita harus terus berjuang.

Bermimpilah mulai dari hal-hal kecil yang kita pengenin. Terus jgn lupa berdoa sama Allah SWT.  Kalau kita mau usaha, pasti ada aja jalannya kok. Gue juga sekarang lagi berusaha ngejar mimpi-mimpi gue. Cieeeeeeee, prok prok prok! Gini-gini gue juga punya mimpi meeenn. Makanya gue lebih sering tidur daripada kerja. Hahaha, kebanyakan mimpi beneran ini mah. wkwkwk

Sampe sini dulu tulisan ga penting gue... Kalo kata bunda Dorce, "Yang baik datangnya dari Allah, yang jelek datangnya dari saya. Tolong dimaafkan bila ada salah-salah kata". Bye.