Jumat, 11 Oktober 2013

Objek Wisata Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat

 1.      Pulau Sawi


Pulau Sawi termasuk dalam Kendawangan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Pulau Sawi kaya akan kehidupan laut dan pemandangan alam yang indah. Sejak tahun 2009, kabupaten Ketapang mulai membenahi obyek wisata ini dan menjadikannya sebagai obyek pariwisata di Ketapang, Kalimantan Barat.

Ketapang memiliki sekelompok pulau-pulau kecil. Pulau-pulau kecil yang memiliki potensi besar sebagai objek wisata, dari pemandangan yang masih alami dengan kekayaan sumber daya, khususnya sumber daya laut. Salah satu pulau yang memiliki potensi tersebut adalah Pulau Sawi. Pulau yang dihuni oleh sekitar 20 kepala rumah tangga.

Komunitas masyarakat Pulau Sawi umumnya bekerja sebagai nelayan dan memancing. Kadang-kadang mereka mencari mutiara laut. Di Pulau Sawi, Anda dapat menikmati pemandangan yang menakjubkan, seperti pasir putih yang terletak di sepanjang pantai, kehidupan biota laut, dan tradisi lokal.

Air laut yang jernih layaknya kristal, sehingga membuat kehidupan tanaman dan hewan di bawah permukaan laut tampak terlihat jelas. Tak heran kalau pulau ini mendapat julukan “Pulau Bidadari”. Biota laut di Kepulauan ini adalah rumput laut, udang kipas, kepiting raja, penyu belimbing, penyu sisik, penyu hijau, mutiara, dan beberapa jenis ikan.

Selain menikmati pemandangan alam yang eksotis, Anda juga dapat melakukan berbagai kegiatan wisata alam seperti berkemah, lintas alam untuk menjelajahi pulau, menyelam, berenang, atau memancing.

Ketapang memiliki sekelompok pulau-pulau kecil yang memiliki potensi besar sebagai objek wisata, dengan pemandangan dan sumber daya alam yang masih alami, khususnya sumber daya laut. Dan Pulau Sawi adalah salah satunya.

Akses

Selain penduduk setempat yang ramah, pulau ini juga mudah diakses dari kota Ketapang dengan berbagai jenis transportasi yang tersedia. Akses ke transportasi ke Pulau Sawi tidak terlalu sulit. Anda terlebih dahulu harus melakukan perjalanan menuju Sungai Tengar, Desa Blossom Sari, Kecamatan Kendawangan yang terletak sekitar 70 km utara dari Kota Ketapang. Perjalanan ke Sungai Tengar dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua atau kendaraan roda empat atau bus umum.Kemudian perjalanan disambung dengan perahu motor (motor boat) yang banyak disewakan oleh penduduk setempat. Perjalanan dengan perahu motor memakan waktu sekitar 1 jam. Untuk memudahkan transportasi ke pulau ini, pemerintah juga telah membangun dermaga kecil untuk perahu motor yang akan transit ke pulau itu.

Akomodasi dan Fasilitas

Di Pulau Sawi, Anda dapat mendirikan kemah untuk tinggal sambil menikmati pemandangan alam atau anda juga dapat menyewa home stay yang berdiri disekitar Pulau. Selain itu bagi Anda yang ingin berperahu di sekitar pulau, Anda dapat menyewa perahu lokal yang tersedia di sekitar pulau.


2.      Kraton Gusti Muhammad (GM) Saunan


Kraton Gusti Muhammad (GM) Saunan adalah salah satu objek wisata menarik yang dapat dijumpai di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Keraton ini terletak di Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong, hanya sekitar 30 menit ditempuh dengan sepeda motor dari Kota Ketapang. Pendirian Keraton Panembahan Gusti Muhammad Saunan di mulai sejak Panembahan Anom Kusuma Negara. Namun pada zaman GM Saunan inilah Keraton ini dipercantik dengan gaya Eropa.

Koleksi yang masih ada di Keraton ini adalah Meriam Padam Pelita, kain tenun khas kerajaan dan beberapa koleksi benda sejarah. Peninggalan sejarah yang populer di keraton ini adalah adanya meriam yang dikenal dengan nama Meriam Padam Pelita. Konon menurut cerita orang dulu apabila meriam ini dibunyikan maka seluruh Ketapang pada waktu itu, lampu pelitanya akan padam terkena bisa suara meriam ini. Yang lebih aneh lagi, diceritakan meriam ini meskipun kecil akan tetapi beratnya sangat luar biasa sehingga hanya kerabat keraton saja yang bisa mengangkatnya. Peninggalan lain yang cukup unik adalah koleksi aneka motif kain kerajaan yang sudah berusia 200-300 tahun, di antaranya motif corak nage belimbur, pelangi bekubak, corak linsang dan lain sebagainya yang tak kalah uniknya.

Selain peninggalan-peninggalan tersebut terdapat juga aneka keramik dari berbagai dinasti dari Cina, Thailand dan Eropa. Keramik adalah salah satu peninggalan yang tersisa. Melalui koleksi keramik ini dapat diketahui peradaban masyarakat Ketapang pada masa lalu dan ini menunjukkan hubungan yang lancar antara Kerajaan Ketapang dengan negara luar dan kerajaan-kerajaan lain di Nusantara. Tindakan melindungi, melestarikan, dan memanfaatkan kekayaan budaya harus dilakukan oleh generasi sekarang ini. Tak terkecuali juga generasi yang akan datang. Kekayaan seni dan budaya telah menjadikan citra keindahan dan keunikan tersendiri bagi daerah Kabupaten Ketapang.

Seni budaya daerah selatan Kalbar ini tidaklah mungkin dilupakan dan dihilangkan hanya karena ketidaktahuan, serta ketidaksadaran tentang nilai-nilai budaya leluhur yang terkandung di dalamnya. Salah satu objek wisata budaya yang berada di Kabupaten Ketapang adalah Keraton GM Saunan. Keraton yang merupakan istana kerajaan pada zamannya ini banyak meninggalkan nilai-nilai sejarah yang menunjukkan bahwa dulunya daerah ini merupakan bangsa yang besar.

Hal ini terbukti dengan peninggalan peninggalan yang ada di Keraton ini ditambah sekarang ini telah disediakan sebuah Taman Keraton. Letaknya berada dipinggir Sungai Pawan persis di depan Keraton sehingga menambah kesegaran kesejukan dan keindahan pemandangan di Keraton ini. Aset peninggalan bersejarah ini, di antaranya dapat dimanfaatkan untuk Pusat Informasi Budaya dan Pariwisata.


3.      Pantai Air Mata Permai


Objek Wisata Pantai Air Mata Permai yang berada di Desa Sungai Awan Kanan kabupaten Ketapang Kalimantan Barat,Pantai Air Mata Permai merupakan salah satu pantai yang sangat indah di Ketapang. Selain hamparan pasir putihnya, vegetasi flora dan fauna yang terdapat di pantai tersebut juga sangat menarik bagi para pengunjung. Vegetasi hutan bakau (Rhizophora sp, Bruiguera sp,) masih cukup terpelihara dengan habitat burung pantai yang sangat eksotik. Lokasi Pantai Air Mata Permai ini terletak 10 km dari Kota Ketapang. Pantai Air Mata Permai ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat dengan waktu tempuh kurang lebih sekitara 10 menit.

Obyek wisata Pantai Air Mata Permai yang luasnya mencapai 100 hektar ini didominasi oleh hutan mangrove yang masih lengkap dan merupakan tempat pengamatan bagi satwa burung. Ada sekitar 27 jenis burung yang ditemukan sekitar pantai Air Mata Permai ini, antara lain butorides satriatus, haliastur indus, haliaetus leucogaster, numenius arquata, numenius phaeopus, tringa cinereus, tringa hypoleucos, streptopelia chinensis, pelargopsis capensis dan lain-lain. Selain berekreasi, di pantai Air Mata Permai ini pengunjung dapat melakukan berbagai aktifitas lainnya seperti olah raga pantai, camping, out bound dan menyaksikan saat mata hari terbenam.


4.      Pantai Tanjung Belandang



Pantai Tanjung Belandang adalah merupakan salah satu objek wisata pantai yang ada di Kabupaten Ketapang. Pesona Pantai Tanjung Belandang ini sebenarnya tidak kalah menariknya dengan Pesona Pantai yang ada di daerah lain. Objek wisata ini merupakan objek wisata pantai yang terdekat dengan Kota Ketapang.

Lokasi :

Objek wisata ini hanya berjarak 12 Km dari pusat kota Ketapang, tepatnya berada di Desa Sungai Awan Kiri Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang.

Daya Tarik :

Lokasi sangat luas, sering digunakan sebagai tempat Camping Pelajar dan Pramuka, Arena Lomba Motor Grass Track, Olahraga Pantai, Sepeda Air dan Rekreasi Masyarakat Umum. Di objek ini juga tersedia permainan wisata Outbound (Flying Fox) dengan ketinggian menara 8 Meter. Setiap bulan Agustus di objek ini akan diadakan Pesta Air/Hiburan Rakyan dalam rangka menyemarakan Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Aksesibilitas :

Objek wisata ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat sekitar 20 menit. Kondisi jalan menuju lokasi mulus. Angkutan umum dapat ditemukan di terminal angkutan antar kota di Payak Kumang Ketapang dengan harga Rp. 20.000 per orang dan jika naik ojek Rp. 50.000 per orang pulang pergi.

Fasilitas :

Pondok wisata, warung makan, outbound, pentas hiburan musik dan lokasi luas


5.      Kolam Pemancingan Joglo Resto

Joglo Resto adalah Pondok makanan dan kolam pemancingan

Lokasi :

Letaknya di tengah kota Ketapang, tepatnya berada di jalan Sisingamangaraja Gg. Mulia Desa Sampit Kecamatan Delta Pawan Ketapang.

Daya Tarik :

Asyiknya untuk memancing ikan, acara santai dan rekreasi keluarga. Kolam pemancingan ini juga dilengkapi dengan pondok-pondok kecil untuk bersantai sambil menikmatai suasan yang dihiasi taman bunga.

Aksesibilitas :

Dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat maupun roda dua ataupun berjalan kaki karena letaknya tepat di tengah kota Ketapang.

Fasilitas :

Terdapat kolam pemancingan yang terdiri dari berbagai jenis ikan dan juga terdapat kantin yang menyediakan berbagai menu makan dan minuman, tersedia pondok-pondok santai dan tempat parkir yang cukup luas.







Sabtu, 27 Juli 2013

La Tahzan Quotes

“Today is what you have and the only thing you can work with. Yesterday is gone and tomorrow isn't here yet.” 
― Aidh bin Abdullah al-QarniLa Tahzan: Jangan Bersedih

“Always better to be busy than bored -Idleness is a slow torture; it is an expert thief and your mind is the victim” 
― Aidh bin Abdullah al-QarniLa Tahzan: Jangan Bersedih

Minggu, 05 Mei 2013

Etika Bisnis dan Kewirausahaan

1.        Etika Bisnis

                Etika bisnis merupakan etika yang berlaku dalam kelompok para pelaku bisnis dan semua pihak yang terkait dengan eksistensi korporasi termasuk dengan para kompetitor. Etika bisnis merupakan suatu etika yang harus diterapkan dalam bisnis yang tidak hanya memperlakukan para konsumen dan karyawan secara jujur, tapi juga bertindak sebagai seorang warga negara yang baik didalam komunitas.

        Macam Etika Bisnis:
            Etika yang harus ada dalam benak dan jiwa setiap pengusaha adalah sebagai berikut :
a.      Kejujuran
b.      Bertanggung Jawab
c.      Menepati Janji
         d.      Disiplin
         e.      Taat hukum
         f.       Suka membantu
        g.      Komitmen dan menghormati
        h.      Mengejar prestasi

2.        Enam Tingkatan Membangun Moral

             Menurut ahli psikologi, Lawrence Kohlberg, dengan risetnya selama 20 tahun, menyimpulkan, bahwa ada 6 tingkatan (terdiri dari 3 level, masing-masing 2 tahap) yang teridentifikasi dalam perkembangan moral seseorang untuk berhadapan dengan isu-isu moral. Tahapannya adalah sebagai berikut :

1)
         Level satu : Tahap Prakonvensional

       Pada tahap pertama, seorang anak dapat merespon peraturan dan ekspektasi sosial dan dapat menerapkan label-label baik, buruk, benar dan salah.
Tahap satu : Orientasi Hukuman dan Ketaatan. Pada tahap ini, konsekuensi fisik sebuah tindakan sepenuhnya ditentukan oleh kebaikan atau keburukan tindakan itu. Alasan anak untuk melakukan yang baik adalah untuk menghindari hukuman atau menghormati kekuatan otoritas fisik yang lebih besar.
Tahap dua : Orientasi Instrumen dan Relativitas. Pada tahap ini, tindakan yang benar adalah yang dapat berfungsi sebagai instrument untuk memuaskan kebutuhan anak itu sendiri atau kebutuhan mereka yang dipedulikan anak itu.

2)
         Level dua : Tahap Konvensional

          Pada level ini, orang tidak hanya berdamai dengan harapan, tetapi menunjukkan loyalitas terhadap kelompok beserta norma-normanya. Remaja pada masa ini, dapat melihat situasi dari sudut pandang orang lain, dari perspektif kelompok sosialnya.Tahap Tiga : Orientasi pada Kesesuaian Interpersonal. Pada tahap ini, melakukan apa yang baik dimotivasi oleh kebutuhan untuk dilihat sebagai pelaku yang baik dalam pandangannya sendiri dan pandangan orang lain.
Tahap Empat : Orientasi pada Hukum dan Keteraturan. Benar dan salah pada tahap konvensional yang lebih dewasa, kini ditentukan oleh loyalitas terhadap negara atau masyarakat sekitarnya yang lebih besar. Hukum dipatuhi kecuali tidak sesuai dengan kewajiban sosial lain yang sudah jelas.

3)         Level tiga : Tahap Postkonvensional, Otonom, atau Berprinsip

            Pada tahap ini, seseorang tidak lagi secara sederhana menerima nilai dan norma kelompoknya. Dia justru berusaha melihat situasi dari sudut pandang yang secara adil mempertimbangkan kepentingan orang lain. Dia mempertanyakan hukum dan nilai yang diadopsi oleh masyarakat dan mendefinisikan kembali dalam pengertian prinsip moral yang dipilih sendiri yang dapat dijustifikasi secara rasional. Hukum dan nilai yang pantas adalah yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang memotivasi orang yang rasional untuk menjalankannya.
Tahap Lima : Orientasi pada Kontrak Sosial
. Tahap ini, seseorang menjadi sadar bahwa mempunyai beragam pandangan dan pendapat personal yang bertentangan dan menekankan cara yang adil untuk mencapai consensus dengan kesepahaman, kontrak, dan proses yang matang. Dia percaya bahwa nilai dan norma bersifat relative, dan terlepas dari consensus demokratis semuanya diberi toleransi.
Tahap Enam : Orientasi pada Prinsip Etika yang Universal. Tahap akhir ini, tindakan yang benar didefinisikan dalam pengertian prinsip moral yang dipilih karena komprehensivitas, universalitas, dan konsistensi. Alasan seseorang untuk melakukan apa yang benar berdasarkan pada komitmen terhadap prinsip-prinsip moral tersebut dan dia melihatnya sebagai kriteria untuk mengevaluasi semua aturan dan tatanan moral yang lain.

3.        Aplikasi Standar Moral

          Moralitas adalah pedoman yang dimiliki individu atau kelompok mengenai apa itu benar dan salah, atau baik dan jahat. Pedoman moral mencakup norma-norma yang kita miliki mengenai jenis-jenis tindakan yang kita yakini benar atau salah secara moral, dan nilai-nilai yang kita terapkan pada objek-objek yang kita yakini secara moral baik atau secara moral buruk. Standar moral pertama kali terserap ketika masa kanak-kanak dari keluarga, teman, pengaruh kemasyarakatan seperti gereja, sekolah, televisi, majalah, music dan perkumpulan.

Hakekat standar moral :
  1. Standar moral berkaitan dengan persoalan yang kita anggap akan merugikan secara serius atau benar-benar akan menguntungkan manusia.
  2. Standar moral tidak dapat ditetapkan atau diubah oleh keputusan dewan otoritatif tertentu.
  3. Standar moral harus lebih diutamakan daripada nilai lain termasuk (khususnya) kepentingan diri.
  4. Standar moral berdasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak.
  5. Standar moral diasosiasikan dengan emosi tertentu dan kosa kata tertentu.
    Standar moral, dengan demikian, merupakan standar yang berkaitan dengan persoalan yang kita anggap mempunyai konsekuensi serius, didasarkan pada penalaran yang baik bukan otoritas, melampaui kepentingan diri, didasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak, dan yang pelanggarannya diasosiasikan dengan perasaan bersalah dan malu dan dengan emosi dan kosa kata tertentu.
4.        Tanggung Jawab Moral


                 Kapankah secara moral seseorang bertanggung jawab atau disalahkan, karena melakukan kesalahan? Seseorang secara moral bertanggung jawab atas tindakannya dan efek-efek merugikan yang telah diketahui ;
a. Yang dilakukan atau dilaksanakan seseorang dengan sengaja dan secara bebas
b. Yang gagal dilakukan atau dicegah dan yang secara moral keliru karena orang itu dengan sengaja atau secara bebas gagal melaksanakan atau mencegahnya.

Ada kesepakatan umum, bahwa ada dua kondisi yang sepenuhnya menghilangkan tanggung jawab moral seseorang karena menyebabkan kerugian ;
  1. Ketidaktahuan
  2. Ketidakmampuan
Kesimpulan mendasar tentang tanggung jawab moral atas kesalahan atau kerugian yang memperingan tanggung jawab moral seseorang yaitu :
  1. Secara moral individu, bertanggung jawab atas tindakan yang salah yang dia lakukan (atau yang secara keliru dia lalaikan) dan atas efek-efek kerugian yang disebabkan (atau yang gagal dia cegah) ketika itu dilakukan dengan bebas dan sadar.
  2. Tanggung jawab moral sepenuhnya dihilangkan (atau dimaafkan) oleh ketidaktahuan dan ketidakmampuan
  3. Tanggung jawab moral atas kesalahan atau kerugian diringankan oleh :
  • Ketidak pastian
  • Kesulitan
A.         Tanggung Jawab Perusahaan

            Dalam perusahaan modern, tanggung jawab atas tindakan perusahaan sering didistribusikan kepada sejumlah pihak yang bekerja sama. Tindakan perusahaan biasanya terdiri atas tindakan atau kelalaian orang-orang berbeda yang bekerja sama sehingga tindakan atau kelalaian mereka bersama-sama menghasilkan tindakan perusahaan. Jadi, siapakah yang bertanggung jawab atas tindakan yang dihasilkan bersama-sama itu?
Pandangan tradisional berpendapat bahwa mereka yang melakukan secara sadar dan bebas apa yang diperlukan perusahaan, masing-masing secara moral bertanggung jawab.
Lain halnya pendapat para kritikus pandangan tradisional, yang menyatakan bahwa ketika sebuah kelompok terorganisasi seperti perusahaan bertindak bersama-sama, tindakan perusahaan mereka dapat dideskripsikan sebagai tindakan kelompok, dan konsekuensinya tindakan kelompoklah, bukan tindakan individu, yang mengharuskan kelompok bertanggung jawab atas tindakan tersebut.


B.         Tanggung Jawab Bawahan

       Dalam perusahaan, karyawan sering bertindak berdasarkan perintah atasan mereka. Perusahaan biasanya memiliki struktur yang lebih tinggi ke beragam agen pada level yang lebih rendah. Jadi, siapakah yang harus bertanggung jawab secara moral ketika seorang atasan memerintahkan bawahannya untuk melakukan tindakan yang mereka ketahui salahHanya atasan yang secara moral bertanggung jawab atas tindakan yang keliru, bahkan jika bawahan adalah agen yang melakukannya. Pendapat tersebut keliru, karena bagaimanapun tanggung jawab moral menuntut seseorang bertindak secara bebas dan sadar, dan tidak relevan bahwa tindakan seseorang yang salah merupakan pilihan secara bebas dan sadar mengikuti perintah. Ada batas-batas kewajiban karyawan untuk mentaati atasannya. Seorang karyawan tidak mempunyai kewajiban untuk mentaati perintah melakukan apapun yang tidak bermoral.

5.        Contoh Pelanggaran Etika Bisnis

a.                  Pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip pertanggungjawaban
       
        Sebuah perusahaan PJTKI di Jogja melakukan rekrutmen untuk tenaga baby sitter. Dalam pengumuman dan perjanjian dinyatakan bahwa perusahaan berjanji akan mengirimkan calon TKI setelah 2 bulan mengikuti training dijanjikan akan dikirim ke negara-negara tujuan. Bahkan perusahaan tersebut menjanjikan bahwa segala biaya yang dikeluarkan pelamar akan dikembalikan jika mereka tidak jadi berangkat ke negara tujuan. B yang terarik dengan tawaran tersebut langsung mendaftar dan mengeluarkan biaya sebanyak Rp 7 juta untuk ongkos administrasi dan pengurusan visa dan paspor. Namun setelah 2 bulan training, B tak kunjung diberangkatkan, bahkan hingga satu tahun tidak ada kejelasan. Ketika dikonfirmasi, perusahaan PJTKI itu selalu berkilah ada penundaan, begitu seterusnya. Dari kasus ini dapat disimpulkan bahwa Perusahaan PJTKI tersebut telah melanggar prinsip pertanggungjawaban dengan mengabaikan hak-hak B sebagai calon TKI yang seharusnya diberangnka ke negara tujuan untuk bekerja.

b.             Pelanggaran etika bisnis terhadap transparansi

            Sebuah Yayasan X menyelenggarakan pendidikan setingkat SMA. Pada tahun ajaran baru sekolah mengenakan biaya sebesar Rp 500.000,- kepada setiap siswa baru. Pungutan sekolah ini sama sekali tidak diinformasikan kepada mereka saat akan mendaftar, sehingga setelah diterima mau tidak mau mereka harus membayar. Disamping itu tidak ada informasi maupun penjelasan resmi tentang penggunaan uang itu kepada wali murid.
Setelah didesak oleh banyak pihak, Yayasan baru memberikan informasi bahwa uang itu dipergunakan untuk pembelian seragama guru. Dalam kasus ini, pihak Yayasan dan sekolah dapat dikategorikan melanggar prinsip transparansi.


c.                  Pelanggaran etika bisnis terhadap akuntabilitas

Sebuah RS Swasta melalui pihak Pengurus mengumumkan kepada seluruh karyawan yang akan mendaftar PNS secara otomotais dinyatakan mengundurkan diri. A sebagai salah seorang karyawan di RS Swasta itu mengabaikan pengumuman dari pihak pengurus karena menurut pendapatnya ia diangkat oleh Pengelola dalam hal ini direktur, sehingga segala hak dan kewajiban dia berhubungan dengan Pengelola bukan Pengurus. Pihak Pengelola sendiri tidak memberikan surat edaran resmi mengenai kebijakan tersebut.
Karena sikapnya itu, A akhirnya dinyatakan mengundurkan diri. Dari kasus ini RS Swasta itu dapat dikatakan melanggar prinsip akuntabilitas karena tidak ada kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban antara Pengelola dan Pengurus Rumah Sakit
.

sumber :



Meta Puspita Sari
14611442
2Sa04




You Make Me Crazier, Crazier, Crazier

Tonight I  feel happy. I dont't know what have made me so very happy. I think, i feel happy while I'am hearing Crazier by Taylor Swift. I remember everything all about you. I miss when we were together. Thus, i wanna write this song's lyric to treat my longing on you. My *K*

"Crazier"

I'd never gone with the wind
Just let it flow
Let it take me where it wants to go
'Til you open the door
There's so much more
I'd never seen it before
I was trying to fly
But I couldn't find wings
But you came along and you changed everything

[Chorus:]
You lift my feet off the ground
You spin me around
You make me crazier, crazier
Feels like I'm falling and I am lost in your eyes
You make me crazier, crazier, crazier

I've watched from a distance as you made life your own
Every sky was your own kind of blue
And I wanted to know how that would feel
And you made it so real
You showed me something that I couldn't see
You opened my eyes
And you made me believe

[Chorus]

Baby you showed me what living is for
I don't wanna hide anymore
Oh oh

You lift my feet off the ground
You spin me around
You make me crazier, crazier
Feels like I'm fallin' and I am lost in your eyes
You make me crazier, crazier, crazier
Crazier, crazier.



Senin, 15 April 2013

Leadership in Entreprenuership

            According to Shane, S.A, Leadership in Entrepreneurship can be defined asone who undertakes innovations, finance and business acumen in an effort to transform innovations into economic goods. This refers to not only the act of entrepreneurship as managing or starting a business, but how one manages to do so by these social processes, or leadership skills. Entrepreneurship, in itself, can be defined as the process by which individuals, teams, or organizations identify and pursue entrepreneurial opportunities without being immediately constrained by the resources they currently control.

            An entrepreneur typically has a mindset that seeks out potential opportunities during uncertain times. This leads us to see that an entrepreneur must have leadership skills or qualities in order to see potential opportunities and act upon them. An entrepreneur, at the core, is a decision maker. Such decisions often have an impact on an organization as a whole, which is representative of their leadership amongst the organization.

A.      The Traits of  Leadership
       Efforts to assess the success or failure of a leader can be done by observing and recording characteristics and quality or the quality of his behavior, used as a criterion for assessing leadership. Systematic efforts that produce the theory that called The Traits Theory of Leadership.

George R. Terry in his book " Principle of Management 1964" writes ten superior traits of leadershipe are:
1.    Strength
2.    Stability emose
3.    Knowledge of human relationships
4.    Honesty
5.    Objective
6.    Personal encouragement
7.    Communication skills
8.    Ability to teach
9.    Social skills
10.  Managerial skills

B.      The Priciples of Leadership Entrepreneurship

      Fully master the principles and actions of of entrepreneurship leadership is a process that demands growth along with three components, namely an individual's personal development, effective teamwork and change of organization. These are 10 principles and implementation principles that teach and foster of principle activities that will develop the attributes of  entrepreneurship leadership to the entire organization :

1.         Purposeful (have a clear goal to be achieved)
2.         Responsible          
3.         Integrity
4.         Nonconformity
5.         Courageous
6.         Intuitive
7.         Patience
8.         Listen
9.         Enthusiasm
10.       Service

C.      Step by Step Making a Decision

         Decision-making process begins with the identification of problems encountered and ends with an evaluation of the implemented solutions. The five steps in the decision-making are:

1.         Identify and formulate problems that is faced.
2.         Evaluating the solutions thatpossiblecan be applied.
3.         Selecting a solution that in inference.
4.         Applying the solution.
5.         Evaluating the results that is achieved.

D.      Leadership Approaches

1.         Approach traitof leadership
2.         Approach the situation of leadership.

E.      The determination of How to Make Decisions As A Leader

       Three main factors or forces which affect the determination of the behavior of entrepreneurial leadership which will be used to make decisions are:

1. The power in self-entrepreneurs
2. The power on subordinate
3. The power in leadership situations

F.      Leadership Situation in General

      A leader shows the three main types of behavior when they had fulfilled their obligations.The first type of behavior is called behavioral structure. Behavior of the structure is a leadership activity that describes the relationship between the leader and followers of the leader or set well-defined procedures that must be obeyed by followers in doing their duties.

G.     The Criteria of Leadership Successful

   1. Increased production results and the provision of services by the organization (technical                                 and economical aspects).
        2.  The more neat and more effective administrative systems management include:
         a.   Human resource management, nature, funding, facilities and time are more    economical and   efficient.
            b.    The right man in the right place, with a broad delegation of authority.
           c.     Organizational structure according with the needs of the organization and there is an integration     of all the parts.
d.  Targets and objectives to be achieved always fulfilled in accordance with the time schedule.

3.      Increasing human activities or social aspects of human nature, such as:

 a.  There is work discipline, self-discipline, sense of responsibility, and high moral within the organization.
  b.   There is an atmosphere of mutual trust, cooperation, cooperative and high work ethic.
  c.    There is a high enthusiasm in work and loyalty to the organization.
  d.    There are social guarantees that satisfy.


Source :


NAME : META PUSPITA SARI
NPM : 14611442
CLASS : 2SA04


Minggu, 17 Maret 2013

Muhammad Asmui Kammuri, A Successful Young Entrepreneur

             
               Muhammad Asmui Kammuri  become one of the successful  young entrepreneur. By bearing the brand of Javapuccino, he sold coffee. Now, he has had 423 booth, 175 island (small kiosk), and five cafés. He set a target coffee are 2 million/booth/month, 5 million/booth/month, and 7 million- 10 million/cafe/month. If the target is reached at whole his outlet, he will get minimal net income 1,7 billion/month.

                A man who was born on Semarang, October 24, 1985, started his business when he studied at Accounting Program at Syarif Hidayatullah University, at Jakarta, on 2006. He had been a tentor in LBB Bintang Pelajar. His business disbanded after running 2 years, because the business interrupted his schedule of his college. However, his business sense has never died. He tried to make effort of drink. At the beginning, he named the drink was Josstea. Nevertheless, Asmui failed to get a patent right. Javapuccino was the name that succeed. Thereafter, on February 2, 2008, he ventured to open a booth of coffee and tea at Ciputat with the name is Javapuccino. His capital was 3 million to make the cart and for renting a place. Thereafter, he registered the brand of Javapuccino to Directorate General of Intellectual Property Rights, Ministry of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia.

                Asmui started the Javapuccino business with form of booth since 2008. At 2012, Asmui raised the scale business from booth became a café. Before launching the Javapuccino café, was on 2011, Asmui changed the scale of booth (take away) become Solopuccino from the originally named was Javapuccino. Until now, Asmui said. already there 590 outlets of Javapuccino coffee and is about 100 outlets of Solopuccino. Beside Javapuccino café, Asmui also open the Javachicken restaurant on 2012 ago. The three business units are located in a single company named PT Javapuccino Coffee.

             The success stories Javapuccino make Asmui got many rewards. The several are Best Young Successful Entrepreneur on 2011 from the minister of cooperatives and UKM of the Republic of Indonesia, Indonesia Franchise Award 2011 category Fastest Growing Franchise, and National Champion of Independent Young Entrepreneur on 2010.

source :
http://radarlampung.co.id/read/radar/berita-foto/47226-m-asmui-kammuri-jatuh-bangun-mengelola-bisnis-minuman

Name : Meta Puspita Sari
NPM : 14611442
Class  : 2Sa04