Kamis, 05 Juli 2012

Kata-Kata Bijak Albert Einstein





Meski ia mengatakan, "Aku tidak punya bakat khusus. Aku hanyalah orang yang penasaran." namun nama "Einstein" sangat identik dengan kata "Jenius". Hampir tidak ada seorangpun yang menolak jika Einstein dikatakan sebagai prototipe manusia jenius. Berikut berbagai pemikiran dan pendapat sang maskot ilmuwan modern:

-Hakikatku adalah yang aku pikirkan, bukan apa yang aku rasakan ( ini yg ane gak setujuharunya dua duanya : de rejected)

-Selagi ada cinta tidak perlu ada lagi pertanyaan

-Aku Berpikir terus menerus berbulan-bulan dan bertahun tahun, sembilan puluh sembilan kali dan kesimpulannya salah. Untuk yang keseratus aku benar.

-Kalau mereka ingin menemuiku, aku ada disini. Kalau mereka ingin bertemu dengan pakaianku, bukalah lemariku dan tunjukkan pada mereka. (Ketika istrinya memintanya berganti untuk menemui Duta Besar Jerman)

-Kebanyakan orang mengatakan bahwa kecerdasanlah yang melahirkan seorang ilmuwan besar. Mereka salah, karakterlah yang melahirkannya.

-Tanda kecerdasan sejati bukanlah pengetahuan tapi imajinasi.

-Imajinasi lebih berharga daripada ilmu pengetahuan. Logika akan membawa Anda dari A ke B. Imajinasi akan membawa Anda kemana-mana.

-Tidak ada eksperimen yang bisa membuktikan aku benar, namun sebaliknya sebuah eksperimen saja bisa membuktikan aku salah.

-Orang-orang seperti kita, yang percaya pada fisika, mengetahui bahwa perbedaan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan hanyalah sebuah ilusi yang terus menerus ada.

-Dunia ini adalah sebuah tempat yang berbahaya untuk didiami, bukan karena orang-orangnya jahat, tapi karena orang-orangnya tak perduli.

-Mencari kebenaran lebih bernilai dibandingkan menguasainya.

-Hidup itu seperti naik sepeda. Agar tetap seimbang, kau harus terus bergerak.

-Sudah saatnya cita-cita kesuksesan diganti dengan cita-cita pengabdian.

-Lebih mudah mengubah plutonium dari pada mengubah sifat jahat manusia.

-Tidak ada yang lebih merusak martabat pemerintah dan hukum negeri dibanding meloloskan undang-undang yang tidak bisa ditegakkan.

-Belajarlah dari masa lalu, hiduplah untuk masa depan. Yang terpenting adalah tidak berhenti bertanya.

-The most beautiful thing we can experience is the mysterious.

-Ilmu pengetahuan tanpa agama= buta, agama tanpa ilmu pengetahuan=lumpuh.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2806260


Senin, 18 Juni 2012

Agar Rambut Lebih Cepat Panjang


1. Potong ujung rambut minimal sebulan sekali
Ingin rambut panjang kok ujungnya justru dipotong tiap bulan? Memang terasa aneh. Namun ada alasannya: memotong ujung rambut secara rutin akan membuat ujung-ujung rambut yang bercabang menjadi hilang, sehingga akar rambut dapat kembali menyalurkan nutrisi dengan tepat hingga ujung rambut. Hal ini juga akan membuat volume rambut Anda menjadi lebih tebal karena nutrisinya lebih merata.

2. Creambath sebulan sekali
Tak hanya dapat menghilangkan stres, creambath dengan gerakan memijat kulit kepala akan membuat peredaran darah di kulit kepala menjadi lebih lancar. Hal ini juga akan membuat rambut mendapatkan nutrisi secara merata. Selain itu krim creambath juga akan menambah nutrisi pada rambut sehingga membuatnya lebih indah.

3. Minum air yang cukup
Rambut yang kering akan menjadi lebih rapuh dan cepat patah sehingga sulit menjadi panjang. Nah, selain mencegah Anda dari dehidrasi, minum air yang cukup akan mencegah kekeringan pada rambut.

4. Menyisir dengan cara yang benar
Menyisir rambut dapat melancarkan peredaran darah di kepala, namun tak berarti Anda harus sering-sering melakukannya. Salah menyisir dapat membuat rambut semakin rontok dan patah. Lebih baik sisir dulu rambut Anda dalam keadaan kering sebelum keramas untuk mengurangi kekusutannya. Saat selesai keramas dan rambut dalam keadaan basah, gunakan sisir jari yang jarang agar rambut tidak rontok. Ingat, rambut Anda lebih rapuh dalam keadaan basah.

5. Hindari pemakaian alat pengering terlalu sering
Selain membuat rambut kering dan kusam, memanaskan rambut akan membuatnya menjadi lebih rapuh.

6. Jangan memakai pelembap di kulit kepala
Pelembap rambut atau conditioner hanya digunakan seperlunya. Biasanya diusapkan di ujung-ujung rambut kering. Jangan pernah menggunakannya di kulit kepala. Pelembap akan membuat kulit kepala Anda menjadi berminyak bahkan berketombe. Ingat rambut yang sehat tumbuh dari kulit kepala yang sehat.

7. Jangan keramas setiap hari
Keramas setiap mandi bukanlah cara untuk memanjangkan rambut dengan cepat. Ingat shampo Anda juga mengandung aneka bahan kimia. Jika bahan-bahan itu terlalu banyak dan sering digunakan ke rambut, maka hasilnya justru menjadi buruk.

Selamat mencoba!

Mengunyah Permen Karet Dapat Merusak Memori Jangka Pendek


Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa permen karet bisa meningkatkan kemampuan otak dalam hal memori. Namun, penelitian terbaru justru mengatakan hal sebaliknya.
Temuan yang dipublikasikan dalam Quarterly Journal of Experimental Psychology menunjukkan bahwa mengunyah permen karet dapat merusak memori jangka pendek.

Penelitian yang dilakukan di University of Cardiff di Inggris tersebut melakukan pengujian terhadap 40 relawan untuk mencari tahu efek ke memori jangka pendek dengan atau tanpa mengunyah permen karet.

Relawan diminta mengingat urutan huruf dan angka yang diacak sambil mengunyah permen karet. Hasilnya menunjukkan bahwa permen karet yang dikunyah para relawan tampaknya menyebabkan gangguan pada kemampuan mengingat.

Kehilangan memori jangka pendek dapat diperangi dengan meningkatkan asupan zat besi melalui makanan, seperti tahu, bayam, kacang pinto dan daging merah tanpa lemak. Apel dan blueberry juga baik dikonsumsi karena kaya antioksidan. Selain itu, segelas anggur merah juga baik untuk mempertajam putaran otak Anda.


Riset: Berjalan Lambat Beresiko Pikun


Perubahan kecepatan seseorang berjalan dapat menjadi sinyal tahap awal risiko demensia.
Para ilmuwan dari Oregon Health and Science University meneliti hubungan antara kecepatan berjalan dengan penurunan kognitif dari 93 peserta.
Peneliti memantau kecepatan berjalan peserta menggunakan sensor inframerah di rumah mereka dan memberikan tes memori dan berpikir selama periode tiga tahun.
Penelitian yang dipublikasikan dalam American Academy of Neurology menemukan bahwa orang-orang yang berjalan lambat lebih mungkin berisiko mengalami penurunan daya ingat yang lebih buruk dibandingkan dengan mereka yang terbiasa melangkah dengan ritme cepat.
"Penelitian ini penting karena dapat membantu mendeteksi demensia pada tahap awal dan juga membantu dalam mencegah perkembangan penyakit," ungkap peneliti Dr Hiroko Dodge, dilansir melalui Huffingtonpost, Senin(18/6).
Sebagaimana dilansir Wikipedia, Demensia merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan penurunan fungsional yang disebabkan oleh kelainan pada otak. Demensia bukan berupa penyakit dan bukanlah sindrom.
Pikun merupakan gejala umum demensia, walaupun pikun itu sendiri belum berarti indikasi terjadinya demensia.
Orang-orang yang menderita demensia sering tidak dapat berpikir dengan baik dan berakibat tidak dapat beraktivitas dengan baik. Oleh sebab itu, mereka lambat laun kehilangan kemampuan menyelesaikan permasalahan dan perlahan menjadi emosional, sering hal tersebut menjadi tidak terkendali.

Selasa, 05 Juni 2012

Tugas 4_Softskill 2 (Kepariwisataan)

Berikan analisis anda mengapa pariwisata memerlukan dasar UU untuk melakukan kegiatannya ?

Jawab :

Karena setiap melakukan suatu kegiatan pariwisata, harus ada pedomannya. Agar semuanya dapat terencana dengan baik. UU juga dapat memberikan arahan bagaimana kegiatan yang dilakukan dapat dilakukan secara optimal. UU memberikan arahan harus adanya kerjasama antara pihak pengusaha (pengelola) dengan masyarakat setempat. Sehingga, selain wisatawan banyak yang menarik untuk datang, masyarakat juga mendapat keuntungan dari wistawan yang datang.  Selain itu, adanya dasar UU, kegiatan yang dilakukan tetap pada porsinya, yaitu tetap dapat mempertahankan kelestarian budaya, tanpa melanggar aturan atau norma-norma yang ada.

Selasa, 15 Mei 2012

Penulisan Daftar Pustaka

Penulisan Daftar Pustaka
Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan daftar pustaka :
a. Daftar pustaka disusun secara berurutan menurut urutan abjad.
b. Tidak perlu adanya nomor urut
c. Nama penulis dibalik dan dipisahkan dengan tanda koma (,)
d. Antara nama penulis, judul tulisan, dan tempat dalam daftar pustaka dipisahkan dengan tanda titik (.). 
e. Cara penulisan rujukan 

1. Rujukan dari Buku
Tahun penerbitan ditulis setelah nama pengarang, diakhiri dengan titik. Judul buku ditulis dengan huruf miring, dengan huruf kapital pada setiap awal kata, kecuali kata hubung. Tempat penerbitan dan nama penerbit dipisahkan dengan titik dua (:). Contoh:
a. Andreas A. Danajaya. 1986. Sistem Nilai Manajer Indonesia. Jakarta: Pustaka binaman Presindo. 
b. Selden, Raman. 1989. Practicing Theory and Literature an Introduction. Tokyo: Harvester Wheatsheaf.

Jika ada beberapa buku yang dijadikan sumber ditulis oleh orang yang sama dan diterbitkan dalam tahun yang sama pula, data tahun penerbitan diikuti oleh lambang a, b, c, dan seterusnya yang urutannya ditentukan secara kronologis atau berdasarkan abjad judul buku-bukunya. 
Contoh:
Tarigan, Henry Guntur. 1985a. Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur. 1985b. Pengajaran Kosa Kata. Bandung: Angkasa.

a. Satu Pengarang
Contoh : 
1) Sjahrir, Analisis Bursa Efek, cetakan pertama, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1995, halaman 157. (Sjahrir, 1995, hal.157)
2) Guritno Mangkoesoebroto, Kebijakan Ekonomi Publik Di Indonesia : Substansi dan Urgensi, cetakan pertama, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1994, halaman 38 (Guritno, 1994, hal. 38)Buku ini ada anak atau sub judul 

b. Dua Pengarang 
Contoh : 
1) Husnan, Suad dan Pudjiastuti, Enny, Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, edisi pertama, cetakan pertama, UPP-AMP YKPN, Yogyakarta, 1993, halaman 115 (Husnan & Pudjiastuti, 1993, hal. 115)
2) ………, Dasar-dasar Manajemen Keuangan, edisi pertama, cetakan pertama, UPP-SMP YKPN, Yogyakarta, 1993, halaman 191 (Husnan & Pudjiastuti, 1993, hal. 191)

c. Tiga Pengarang 
Contoh : 
1) Rugman, Alan M., Donald J. Lecraw, and Laurence D. Booth, International Business Firm and Environment, 2 and Printing, Mc Graw Hill Book Company, Singapore, 1987, page 323 (Rugman, Lecraw and Booth, 1987, p.323)
2) Engel, James f., Roger D. Blackwell dan Paul W. Miniard, (1990), Perilaku Konsumen, Terjemahan : Budijanto, Jilid 1, cetakan Pertama, Binarupa Aksara, Jakarta, 1995, halaman 127 (Engel, Blackwell and Miniard, 1995, hal. 127)
3) Eiteman, David K., Stonchill, Arthur I., Moffett, Michael H., Multinational Business Finance, ninth edition, Addison-Wesley Publishing Company, Inc, 2001, USA, p. 152 (Eiteman, Stonchill and Moffett, 2001, p. 152) 

d. Pengarang Lebih Dari Tiga 
1) Spriegel, M., et al, Statistics, Schaum Edition, Prentice Hall, New York, 1970, Page 90.

e. Tidak Ada Pengarang Tertentu 
Buku diterbitkan oleh sebuah nama Badan, Lembaga, Perkumpulan perusahaan dan sejenisnya, cara penulisan catatan kaki seperti dibawah ini. 
Contoh : 
1) Tim Koordinasi Pengembangan Akuntansi, Accountancy Development in Indonesia, Publication No. 9, Yogyakarta, 1992, halaman 305.
2) Bank Indonesia, Laporan Mingguan (Weekly Report), No. 1855, 15 Desember 1994, BI Urusan Ekonomi dan Statistik, Jakarta, 1994 halaman 10.

2. Rujukan dari Buku Kumpulan Karangan
Cara menulis rujukan dari buku berisi kumpulan artikel yang ada editornya adalah seperti menulis rujukan dari buku ditambah dengan tulisan (Ed.) jika satu editor dan (Eds.) jika editornya lebih dari satu, di antara nama pengarang dan tahun penerbitan. 
Contoh:
Brannen, Julia (Ed.). Mixing Methods: Qualitative and Quantitative Research. England: Avebury.

3. Rujukan dari Artikel dalam Buku Kumpulan Artikel (Ada Editornya)
Nama pengarang artikel ditulis di depan diikuti dengan tahun penerbitan. Judul artikel ditulis tegak (tidak miring) dan diberi tanda kutip. Nama editor ditulis seperti menulis nama biasa, diberi keterangan (Ed.) bila hanya satu editor dan (Eds.) bila lebih dari satu editor. Judul buku kumpulannya ditulis dengan huruf miring, dan nomor halamannya disebutkan dalam kurung. 
Contoh:
Fananie, Zainuddin. 2000. “Perspektif Ideologis dalam Sastra Indonesia” dalam Soediro Satoto (Ed.) Sastra: Ideologi, Politik, dan Kekuasaan editor. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta Press (hal. 13-28)
Barthes, Roland. 1992. “Unsur-unsur Semiologi: Langue dan Parole” dalam Panuti Sujiman dan van Zoest, (Eds.) Serba-serbi Semiotika. Jakarta; Gramedia, (hal. 80-88).

4. Rujukan dari Artikel dalam Jurnal
Nama penulis ditulis paling depan diikuti tahun dan judul artikel yang ditulis dengan huruf tegak dan huruf kapital pada tiap awal kata. Nama jurnal ditulis dengan huruf miring dan huruf awal dari setiap kata ditulis dengan huruf kapital kecuali kata hubung serta diberi tanda kutip. Bagian akhir berturut-turut ditulis jurnal tahun ke berapa, nomor berapa, dan nomor halaman dari artikel tersebut. 
Contoh:
Simpson, Paul. 1992. “Teching stylistics: analysing cohesion and narrative structure in a short story by Ernest Hemingway” dalam Jurnal Language and Literature. Vol I no. 1 1992.
Ley, R.G., & Bryden, M.P. (1979). Hemiapheric differences in processing emotions and faces. Brain and Language, 7, 127-138

5. Rujukan dari Artikel dalam Majalah atau Koran
Nama pengarang ditulis paling depan, diikuti oleh tanggal, bulan dan tahun (jika ada). Judul artikel ditulis tegak diberi tanda kutip dan huruf kapital pada setiap huruf awal, kecuali kata hubung. Nama majalah ditulis dengan menggunakan huruf kecil dengan huruf kapital pada awal setiap kata dan dihuruf miring. Nomor halaman disebut pada bagian akhir. 
Contoh:
Ismail, Taufik, “Menyembuhkan Bangsa yang Rabun Membaca”, Suara Muhammadiyah, No. 22/Th. Ke-87/16-30 November 2002. hal. 5-6
Alwasilah, Chaedar, “Meluruskan Pengajaran Sastra” Media Indonesia, 20 Juni 2001
“Perlunya Meluruskan Pengajaran Sastra” Media Indonesia, 26 Juli 2001. hal 4

6. Rujukan dari Koran Tanpa Penulis
Nama koran ditulis di bagian awal. Tahun, tanggal, dan bulan ditulis setelah nama koran, kemudian judul ditulis dengan huruf kapital dan kecil dan tanda kutip serta diikuti dengan nomor halaman. 
Contoh:
Kompas, 3 April 2002. “Perubahan Strategi Ekonomi Indonesia”. Halaman 3

7. Rujukan dari Dokumen Resmi Pemerintah yang Diterbitkan oleh Suatu Penerbit tanpa Pengarang dan tanpa Lembaga
Judul atau nama dokumen ditulis dibagian awal dengan huruf miring, diikuti tahun penerbitan dokumen, kota penerbit dan nama penerbit. 
Contoh:
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 1990. Jakarta: Diperbanyak oleh PT Armas Duta Jaya.

8. Rujukan dari Lembaga yang Ditulis atas Nama Lembaga tersebut
Nama lembaga penanggung jawab langsung ditulis paling depan, diikuti dengan tahun, judul karangan, nama tempat penerbitan, dan nama lembaga tertinggi yang bertanggung jawab atas penerbitan karangan tersebut. 
Contoh:
Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. 1975. Pedoman Umum Ejaan yang Disempurnakan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Edisi Kedua.

9. Rujukan dari Ensiklopedi
Dimulai dengan nama artikel, nama ensiklopedi, tahun, volume dan halaman. 
Contoh:
“Rhetoric”. Encyclopaedia Britanica. 1970. Vol. XIX. Hal.257-260.

10. Rujukan Berupa Karya Terjemahaman
Nama pengarang asli ditulis paling depan diikuti tahun penerbitan, judul terjemahan, nama penerjemah, tahun terjemahan, nama tempat penerbitan dan nama penerbit terjemahan.
Luxemberg, Jan van. et.al. 1963. Pengantar Ilmu Sastra. Terjemahan Dick Hartoko. Jakarta: Gramedia.
Wellek, Rene dan Austin Warren. Teori Kesusastraan. Terjemahan Melani Budianta. Jakarta: Gramedia.

11. Rujukan Berupa Skripsi, Tesis, atau Disertasi
Nama penyusun ditulis paling depan, diikuti tahun yang tercantum pada sampul, judul skripsi, tesis atau disertasi ditulis dengan huruf miring diikuti dengan pernyataan skripsi, tesis, atau disertasi tidak diterbitkan, nama kota tempat perguruan tinggi dan nama fakultas serta nama perguruan tinggi. 
Contoh:
Hulquist, M. 1985. The Adverb just in American English usage. Master’s thesis, Applied linguistics, University of California, Los Angeles.
Wahyuningdyah, R.Y. 1996. Analisis Faktor-faktor Motivasi dan Hubungannya dengan Produktifitas Tenaga Kerja Akademik Kopertis Wilayah V.. Tesis tidak Diterbitkan. Yogjakarta. Program Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada. 

12. Rujukan Berupa Makalah yang Disajikan dalam Seminar, Penataran, atau Lokakarya
Nama penulis ditulis paling depan, dilanjutkan dengan tahun. Judul makalah ditulis cetak tegak dengan diberi tanda kutip, kemudian diikuti pernyataan “makalah disajikan dalam …”, nama pertemuan, lembaga penyelenggara, tempat penyeleng-garaan, serta tanggal. 
Contoh:
Wahab, Abdul. 2002. “Komet Api Sakodam” Makalah yang disajikan dalam acara Sastrawan Bicara Mahasiswa Membaca yang diselenggarakan Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang tanggal 2 September 2002

Pawley, A., and Syder F. (1976). “The One Clause a Time Hypothesis”. Makalah disampaikan pada Kongres Masyarakat Linguistik New Zealand Pertama, Auckland tanggal 5-7 Juni 1976

13. Rujukan dari Internet Berupa Karya Individual
Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut tahun, judul karya (dihuruf miring), keterangan Online dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan dengan keterangan Online di dalam kurung disertai dengan keterangan kapan diakses diantara tanda kurung. 
Contoh:
Hermawan, SriSutyoko“PesonaSainsdalamFiksi” (Online)
http://www.kompas.com/kompas%2Dcetak/0103/11/seni/peso18.htm (diakses 4 Maret 2002)

14. Rujukan dari Internet berupa Artikel dari Jurnal
Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut tahun, judul artikel dengan tanda kutip, nama jurnal dengan huruf miring, volume dan nomor, keterangan Online dalam tanda kurung dan diakhiri dengan ala-mat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses di antara tanda kurung.

Contoh:
Miall, D.S. 1995. “Anticipating and Feeling in Literary Response a Neuropsy-chological Perspektive”. Poetics. 23, 275-298 (Online) http://www.hu.mtu.edu/reader/online/20/allen20.html (diakses Oktober 2002)

15. Rujukan dari Internet berupa Bahan Diskusi
Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut tanggal, bulan, tahun, topik bahan diskusi, nama bahan diskusi (dihuruf miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online) dan diakhiri dengan alamat e-mail sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung. 
Contoh:
Wilson, D. 20 November 1995. Summary of Citing Internet Sites. NETTRAIN Discussion List, (Online). (NETTRAIN@ubvm.cc.buffalo.edu, diakses 22 November 1995 )

16. Rujukan dari Internet berupa E-mail Pribadi
Nama pengirim jika ada dan disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail pengirim), diikuti secara berturut-turut tanggal, bulan, tahun, topik isi bahan (dihuruf miring), keterangan Online dalam tanda kurung, nama yang dikirim disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail yang dikirim). 
Contoh:
Davis, A. (a.davis@uwts.edu.au). 10 Juni 1996. Learning to Use Web Authoring Tools. E-mail kepada Alison Hunter (huntera@usq.edu.au).

17. Rujukan dari Film
American History X. Dir. Tony Kaye. New Line Cinema, 1998.

18. Rujukan dari Program Televisi
"Smoke Screen." 60 Minutes. Narr. Lesley Stahl. Prod. Rome Hartman. CBS. 11 Nov. 1998.

19. Rujukan dari Sound recording
Diamond, Neil. "Yesterday's Song." In My Lifetime. Sony Music, 1996.

20. Rujukan dari Videocassette
"Cedric's Journey." Nightline. Narr. Ted Koppel. ABC. WABC, New York. 24 June 1998. Videocassette. ABC/FDCH, 1998.

21. Rujukan dari Wawancara Perseorangan
a. McClintock, Ann. Personal interview. 20 July 1999.
b. Popong, Ceu. Wawancara pribadi. 2 April 2008.

22. Slides (Kumpulan Slides)
Reidy, J.F. 1987. The Thorax Slides. Grave Medical Audiovisual Library. Chelmsford, UK. 54 mins.

DAFTAR PUSTAKA

Aatunhalu. 2008. Penulisan Daftar Pustaka. (Online) http://aatunhalu.wordpress.com/2008/12/21/penulisan-daftar-pustaka/ diakses tanggal 12 Juni 2011

Anascava. 2010. Cara Penulisan Daftar Pustaka (Dari Internet, Buku, Artikel, Jurnal, Koran). (Online) http://www.anascava.com/cara-penulisan-daftar-pustaka-dari-internet-buku-artikel-jurnal-koran/ diakses tanggal 12 Juni 2011

Anonim. 2009. Cara Menulis Daftar Pustaka / Citation. (Online) http://semangatyanghidup.blogspot.com/2009/01/cara-menulis-daftar-pustaka-citation.html diakses tanggal 12 Juni 2011

Rosihanari. 2009. Tata Cara Penulisan Daftar Acuan (Referensi). (Online) http://blog.rosihanari.net/tata-cara-penulisan-daftar-acuan-referensi diakses tanggal 12 Juni 2011

sumber : http://cst24calysadly.blogspot.com/2011/06/penulisan-daftar-pustaka.html

Kamis, 03 Mei 2012

Pidato Emansipasi Wanita


Nama  : Meta Puspita Sari
NPM    : 14611442
Kelas   : 1Sa05

Assalamu’alaikum wr.wb

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua

Yang terhormat Ibu Margaretha selaku dosen bahasa Indonesia, serta teman-teman yang saya banggakan.

Puji dan syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal’afiat.
Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan pidato tentang Emansipasi Wanita dan Kesetaraan Gender. Emansipasi wanita merupakan gagasan perjuangan RA Kartini dan para pemudi tempo dulu. Sampai saat ini, masih di dengar oleh kaum wanita dalam memperjuangkan hak kesetaraan dengan kaum pria. Gerakan emansipasi wanita telah berjasa besar dalam menghantarkan kaum wanita Indonesia menuju mimbar kehormatan dan gerbang kebebasan. Harus dipahami, kebebasan bukan berarti kebablasan.

Issu emansipasi wanita saat ini sudah menjadi pembicaraan banyak orang. Banyak yang setuju, dan tidak sedikit pula yang menentang. Dari pihak kaum wanita, menuntut suatu persamaan hak dengan pria. Makna emansipasi wanita sebenarnya bukan demi memperoleh persamaan hak dengan kaum pria. Apabila hak kaum wanita disamakan dengan kaum pria, tentu akan merugikan pihak wanita. Sebaliknya, hak kaum pria, secara kodrati juga mustahil disamakan dengan wanita, akibat realita kewajiban masing-masing jenis kelamin dengan latar belakang biologis kodrati yang tidak sama.

Pria dan wanita memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda. Secara biologis, Tuhan menciptakan manusia sangat berbeda. Mulai dari perbedaan struktur otak, alat reproduksi, dan penampilan fisik. Tentu Tuhan menciptakan perbedaan ini ada tujuanya. Selain itu secara psychologist, pria lebih mengandalkan logikanya, sementara wanita pada persaannya. Dan memang dalam hal ini, masing-masing memiliki potensi yang berbeda.
Hal-hal seperti ini hendaknya menjadi suatu pertimabangan dalam menuntut suatu persamaan hak, agar dapat berjalan secara proporsional. Untuk kembali meluruskan konsep “Emansipasi Wanita”, beberapa hal yang perlu direalisasikan adalah :
1. Gerakan penyadaran sedini mungkin terhadap generasi muda akan hakikat emansipasi wanita. Sejak dini, kaum wanita sudah harus dikenalkan dan diberi penjelasan terhadap batasan-batasan kebebasan dan hak mutlak harus dimiliki wanita. Sehingga cara ini mampu memfilter kaum wanita dari kebebasan tanpa arti, sekaligus menyelamatkan kaum wanita dari pengaruh kebebasan “kebablasan.”
2. Menanamkan prinsip bahwa wanita tidak akan pernah sama dengan pria. Kesadaran wanita akan kodrat, akan mampu mengurangi resiko sebuah persaingan tanpa batas antara pria dan wanita dalam memenuhi peran dan menjalankan berbagai akivitas. Karena, , memang sudah hokum alam peranan kaum wanita tidak bisa disamakan dengan kaum pria. Misalnya dalam sebuah keluarga, bahwa hal yang mutlak bahwa pria tetap harus menjadi pemimpin. Sekalipun wanita adalah seorang presiden di negaranya, jika di dalam keluarga, wanita tetap harus tunduk di bawah pemerintahan seorang pria, yaitu suaminya.

Selain itu, dalam memcegah diskriminasi gender, hal yang perlu dibenahi adalah:
1. Wanita harus berpikir lebih maju dan harus mampu mengembangkan seluruh kemampuannyaserta tidak terus bergantung kepada orang lain.
2. Pemerintah harus menyediakan sarana dimana setiap wanita mendapat pengajaran dan pendidikan agar dapat berpikir lebih cerdas dan tidak gampang didiskriminasi.
3. Wanita juga harus diberi ruang untuk menjadi pemimpin, mengembangkan diri, dan ikut serta dalam pembangunan bangsa.

Teman-teman sekalian, emansipasi akan dating dengan sendirinya, jika wanita mengejar kualitasnya. Sekarang saatnya kita, sebagai wanita Indonesia untuk berkarya dan mengejar kualitas sebagai perempuan berdaya.
Sekian pidato yang saya sampaikan. Terima kasih atas perhatiannya. Selamat pagi,

Wassalamualaikum wr.wb